Wall Street Datar, Valuasi AI Masih Meredup
Saham AS relatif tidak berubah pada hari Rabu (5/11) karena kekhawatiran valuasi seputar perdagangan kecerdasan buatan tetap ada setelah produsen chip Advanced Micro Devices merilis hasil kuartalan terbarunya.
S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average bergerak di sekitar garis datar. Nasdaq Composite naik 0,1%.
AMD turun 2% setelah mengeluarkan panduan margin yang hanya memenuhi ekspektasi analis, membuat investor menginginkan lebih. Perusahaan memang melaporkan laba dan pendapatan kuartal ketiga yang melampaui ekspektasi analis.
Pergerakan itu terjadi setelah Palantir turun sekitar 8% pada hari Selasa, karena investor khawatir bahwa valuasi perusahaan perangkat lunak tersebut — dan tema AI yang lebih luas — menjadi tidak dapat dipertahankan. Lagipula, Palantir diperdagangkan dengan rasio laba ke depan lebih dari 200 kali lipat.
AMD diperdagangkan dengan rasio laba ke depan yang lebih rendah, yaitu 41 kali lipat. Namun, angka itu masih jauh di atas rasio laba ke depan S&P 500 sebesar 23 kali lipat.
Super Micro Devices, saham terkait AI lainnya, melemah 3% karena hasil kuartal pertama fiskal yang mengecewakan. Rekan AI lainnya, Arista Networks, juga melemah 6% setelah hasil kuartalan terbarunya.
Namun, banyak investor tetap optimis bahwa tren jangka panjang masih menguntungkan bagi saham teknologi, meskipun ada penurunan jangka pendek, mengingat kuatnya belanja infrastruktur AI. (Arl)
Sumber: Cnbc.com