Yen Jepang Menguat, Pasar Waspadai Risiko Intervensi
Yen Jepang menguat terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Selasa sesi Asia (07/7). Pasangan USD/JPY bergerak turun dari area pertengahan 162,00 menuju kisaran 161,70–161,65. Meski begitu, penurunan USD/JPY masih terbatas karena belum ada intervensi nyata dari otoritas Jepang dan latar belakang fundamental masih belum sepenuhnya mendukung penguatan yen.
Pasar mulai lebih waspada setelah muncul laporan bahwa pejabat Jepang tidak lagi terlalu terbuka memberi sinyal intervensi, tetapi mulai fokus menargetkan spekulan mata uang. Namun, efek dari isu tersebut mulai memudar karena belum ada langkah konkret. Selain itu, selisih suku bunga yang masih lebar antara Jepang dan Amerika Serikat membuat strategi carry trade tetap menarik, sehingga yen masih berada dalam tekanan.
Risiko ekonomi Jepang juga meningkat akibat ketegangan di Selat Hormuz. Insiden kapal tanker yang terkena proyektil di jalur energi penting tersebut memicu kekhawatiran terhadap gangguan pasokan minyak dan gas. Kondisi ini menjadi perhatian besar bagi Jepang sebagai negara importir energi. Di sisi lain, rapuhnya kesepakatan damai sementara AS-Iran ikut mendukung dolar AS sebagai aset safe haven.
Dari sisi data ekonomi, upah nominal Jepang naik 3,2 persen pada Mei, sementara upah riil naik 1,4 persen secara tahunan. Namun, belanja rumah tangga turun 0,4 persen dan mencatat penurunan selama enam bulan berturut-turut. Kondisi ini dapat mempersulit Bank of Japan untuk memperketat kebijakan moneter. Sementara itu, meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed menahan penguatan dolar AS, sehingga pelaku pasar kini menunggu risalah FOMC untuk arah berikutnya.(asd)
Sumber: Newsmaker