Hang Seng Dibuka Melemah, Saham IPO Baru Langsung Tertekan
Indeks Hang Seng dibuka melemah pada perdagangan Selasa (7/7), seiring tekanan di sejumlah saham teknologi dan sentimen pasar yang masih berhati-hati. Pada awal perdagangan, Hang Seng Index turun 47 poin ke level 23.568, dengan nilai transaksi mencapai HK$14,38 miliar.
Tekanan juga terlihat pada Hang Seng Tech Index yang melemah 0,4 persen ke posisi 4.524. Meski begitu, tidak semua saham bergerak negatif. Tencent justru menjadi salah satu saham yang mampu melawan arah pasar dengan kenaikan lebih dari 1 persen pada awal sesi.
Di sisi lain, saham Kuaishou terkoreksi sekitar 6 persen. Sementara itu, saham perusahaan media Most Kwai Chung justru melonjak lebih dari 14 persen dan menjadi salah satu penggerak yang menarik perhatian investor.
Perhatian pasar juga tertuju pada saham pendatang baru, Beijing Tong Ren Tang Healthcare Investment. Saham tersebut langsung dibuka lebih dari 13 persen di bawah harga penawaran IPO. Kondisi ini membuat investor menghadapi potensi kerugian di atas kertas sekitar HK$370 per lot papan.
Sebelumnya, IPO Beijing Tong Ren Tang Healthcare Investment sempat menarik minat besar dari investor ritel. Penawaran saham tersebut menerima sekitar 66.000 aplikasi ritel dan mengalami kelebihan permintaan lebih dari 250 kali lipat. Namun, debut yang melemah menunjukkan bahwa tingginya minat saat IPO tidak selalu menjamin performa positif saat saham mulai diperdagangkan.
Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh pernyataan Gubernur People’s Bank of China, Pan Gongsheng. Ia menyampaikan bahwa China daratan akan menyalurkan porsi yang lebih besar dari cadangan devisanya ke pasar keuangan Hong Kong. Pernyataan tersebut disampaikan dalam Hong Kong FIC & Bond Connect Summit di Admiralty pada Selasa.
Menurut Pan, langkah tersebut diharapkan dapat memberikan momentum baru bagi perkembangan Hong Kong sebagai pusat keuangan. Dukungan dari bank sentral China ini menjadi sinyal penting bagi investor, terutama di tengah tekanan yang masih membayangi pasar saham Hong Kong.(mrv)*
Sumber : Newsmaker.id