Yen Goyang—USD/JPY Ngejar 154?
Yen Jepang (JPY) kena tekanan jual lagi di sesi Asia setelah data Jumat(30/1) ini menunjukkan inflasi konsumen Tokyo turun tajam ke level terendah hampir 4 tahun pada Januari. Ini bikin pasar menilai Bank of Japan (BoJ) jadi nggak perlu buru-buru menaikkan suku bunga. Ditambah lagi, kekhawatiran soal kondisi keuangan Jepang di tengah kebijakan reflasi Perdana Menteri Sanae Takaichi dan ketidakpastian politik jelang pemilu sela 8 Februari ikut melemahkan yen.
Kombinasi yen yang melemah dan dolar AS (USD) yang menguat moderat mendorong USD/JPY mendekati 154,00 dan area resistensi penting di SMA 100 hari. Tapi ruang naiknya juga nggak sepenuhnya bebas, karena pasar masih mewaspadai kemungkinan intervensi terkoordinasi AS–Jepang untuk menguatkan yen. Ekspektasi intervensi ini biasanya bikin trader ragu buat “ngegas” pasang posisi yen melemah terlalu agresif.
Di sisi lain, ketidakpastian perang tarif yang dipicu ancaman tarif dari Presiden AS Donald Trump serta risiko geopolitik bikin sentimen pasar cenderung hati-hati. Kondisi ini bisa menahan pelemahan yen karena statusnya masih dianggap aset safe-haven saat risk-off. Sementara itu, dolar juga berpotensi tertahan karena spekulasi pemangkasan suku bunga lanjutan oleh The Fed dan kekhawatiran soal independensi bank sentral, yang bisa membatasi kenaikan USD/JPY. (az)
Sumber: Newsmaker.id