USD/JPY Naik, Data AS Angkat Dolar
USD/JPY bergerak tipis di sesi Asia Jumat, bertahan di kisaran 158,65. Penguatan ini terjadi ketika dolar AS mendapat dorongan dari data tenaga kerja yang lebih kuat dari perkiraan, sementara yen ditekankan oleh isu politik domestik Jepang.
Laporan Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan klaim penurunan awal turun tak terduga menjadi 198 ribu untuk pekan yang berakhir 10 Januari. Angka ini lebih rendah dari ekspektasi pasar 215 ribu dan juga turun dari pekan sebelumnya 207 ribu. Data tersebut memperkuat pandangan bahwa perekonomian AS masih cukup solid, sehingga pasar semakin percaya The Fed bisa menahan suku bunga lebih lama.
Seiring dengan data itu, pasar Fed Funds ikut menggeser ekspektasi pemangkasan suku bunga berikutnya menjadi sekitar Juni, karena pejabat Fed masih melihat inflasi cenderung “lengket”. Fokus pelaku pasar hari ini juga menyiarkan rilis Industrial Production AS serta pidato Gubernur The Fed Michelle Bowman, yang bisa memberi petunjuk tambahan soal arah kebijakan moneter.
Di Jepang, yen melemah karena kekhawatiran bahwa Perdana Menteri Sanae Takaichi akan memiliki ruang lebih besar untuk mendorong kebijakan fiskal yang ekspansif. Takaichi termasuk berencana membubarkan parlemen pekan depan dan menyelenggarakan pemilu cepat untuk memperkuat mandat politiknya—skenario yang dinilai bisa meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap anggaran, dan meningkatkan tekanan pada JPY.
Meski begitu, pelemahan yen berpotensi tertahan oleh faktor intervensi. Otoritas Jepang kembali melontarkan peringatan terhadap pergerakan nilai tukar yang dianggap berlebihan, menegaskan siap mengambil langkah “yang tepat” tanpa menutup opsi apa pun. Dengan kondisi ini, USD/JPY masih bergerak volatil, sensitif terhadap data AS, komentar pejabat The Fed, dan sinyal kebijakan dari Tokyo.(asd)
Sumber: Newsmaker.id