Yen Terpuruk Meski BOJ Naikkan Suku Bunga, Apa yang Terjadi Selanjutnya?
Yen Jepang menjadi mata uang utama dengan kinerja terburuk terhadap dolar AS sepanjang 2025, meskipun Bank Sentral Jepang (BOJ) justru menaikkan suku bunga. Bahkan dengan langkah pengetatan lebih lanjut, yen masih bisa berada di “zona bahaya” yang memicu intervensi pemerintah. BOJ diperkirakan akan menaikkan suku bunga seperempat poin persentase pada hari Jumat, membawa suku bunga kebijakan ke level tertinggi dalam tiga dekade, yaitu 0,75%.
Kontrak berjangka menunjukkan kemungkinan kenaikan tambahan sekitar 40 basis poin tahun depan, menjadikan BOJ salah satu bank sentral G10 yang paling agresif, bersama Reserve Bank of New Zealand dan Reserve Bank of Australia. Investor akan mencermati arahan Gubernur BOJ, Kazuo Ueda, untuk mencari petunjuk apakah pengetatan lebih lanjut akan dilakukan.
Namun, kenaikan suku bunga belum tentu membuat yen pulih pada 2026. Sebagian besar bank sentral utama hampir menyelesaikan siklus pelonggaran kebijakan moneter mereka, kecuali Federal Reserve AS. Jika bank sentral lain mulai mengetatkan kebijakan tahun depan, kesenjangan dengan BOJ bisa cepat menyempit, sehingga tekanan terhadap yen kemungkinan tetap tinggi. (az)
Sumber: Newsmaker.id