USD/CHF Menguat, Kebuntuan AS–Iran dan The Fed Angkat Dolar
USD/CHF naik pada Selasa (28/4) ketika sentimen risk-off bertahan di tengah minimnya kemajuan upaya AS–Iran untuk mengakhiri perang, membuat dolar tetap diburu meski franc Swiss juga berstatus safe haven. Pasangan USD/CHF diperdagangkan di sekitar 0,7895, naik 0,50%, sejalan dengan DXY yang naik 0,20% ke 98,68.
Fokus pasar kembali ke geopolitik setelah Presiden Donald Trump mengatakan Iran berada dalam “state of collapse” dan ingin Selat Hormuz dibuka secepatnya. Iran disebut mengajukan rencana membuka kembali Hormuz dan mengakhiri perang, namun menunda negosiasi nuklir ke tahap berikutnya—format yang dinilai sulit diterima Washington karena isu nuklir tetap menjadi titik ganjal utama. Selama Hormuz masih terganggu, harga minyak bertahan tinggi dan menjaga risiko inflasi, sehingga pasar cenderung menunda ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed—memberi dukungan tambahan pada dolar melalui yield.
Perhatian berikutnya tertuju pada keputusan The Fed Rabu, yang diperkirakan menahan suku bunga di 3,75%–4,50%, dengan pasar akan mencermati nada Ketua Fed Jerome Powell soal arah kebijakan ke depan. Dari data, rata-rata 4 pekan ADP melemah ke 39,25 ribu dari 40,25 ribu, sementara Conference Board Consumer Confidence naik ke 92,8 (di atas ekspektasi 89), menunjukkan permintaan domestik masih cukup tangguh—faktor yang dapat memperkuat argumen “higher for longer” dan menjaga USD/CHF tetap bid.(Arl)
Sumber; Newsmaker.id