USD/CHF Turun Hari Ketujuh, Sinyal Talks AS–Iran Tekan Dolar
USD/CHF melanjutkan penurunan selama tujuh hari berturut-turut. Mata uang ini diperdagangkan sekitar 0,7830 pada sesi Asia Selasa (14/04), tetap berada di bawah 0,7850. Pelemahan dolar terjadi ketika pasar menilai peluang lanjutan pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran dapat mengarah pada gencatan senjata yang lebih panjang sebelum masa gencatan dua pekan saat ini berakhir.
Presiden AS Donald Trump mengatakan Iran telah melakukan kontak dan ingin melanjutkan negosiasi. Pada akesempatan yang berbeda, Wakil Presiden JD Vance juga memberi sinyal jalur diplomasi masih aktif dan ada kemungkinan deeskalasi konflik, seraya menyebut pembahasan akhir pekan dinilai konstruktif dan memberi pejabat AS pemahaman lebih dalam soal posisi tawar Iran.
Di sisi Swiss, franc mendapat dukungan seiring turunnya harga minyak yang meningkatkan tekanan pada Swiss National Bank (SNB) untuk menyesuaikan kebijakan. Namun inflasi tahunan Swiss naik menjadi 0,3% pada Maret dari 0,1% pada Februari, tertinggi dalam setahun. Hal ini menunjukkan efek biaya energi yang sebelumnya meningkat terkait konflik Timur Tengah. SNB juga kembali menegaskan kesiapan untuk melakukan intervensi guna menahan penguatan franc yang dianggap berlebihan.
Untuk dolar AS, meredanya harga minyak ikut mengurangi sentimen hawkish terhadap prospek kebijakan Federal Reserve. Gubernur The Fed Stephen Miran mengatakan guncangan energi terkait Iran belum memengaruhi ekspektasi inflasi jangka panjang, dan ia memperkirakan tekanan harga akan kembali mendekati target bank sentral dalam satu tahun.
Dari sisi kebijakan fiskal dan panduan pasar, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan AS sebaiknya “wait and see” sebelum memangkas suku bunga dan menyatakan keyakinan bahwa kenaikan harga terbaru tidak akan tertanam dalam ekspektasi inflasi. Kombinasi harapan deeskalasi, dinamika minyak, serta sinyal kebijakan ini membuat USD/CHF tetap tertekan, dengan fokus pasar pada arah negosiasi AS–Iran, respons SNB terhadap franc, serta komunikasi lanjutan The Fed dan pemerintah AS soal inflasi dan suku bunga. (asd)
Sumber: Newsmaker.id