USD/CHF Melemah saat Dolar AS Kehilangan Momentum
USD/CHF melemah pada perdagangan sesi Asia hari Senin
diperdagangkan di sekitar 0,7890 setelah sebelumnya mencatat kenaikan selama empat hari berturut-turut. Pelemahan ini terjadi seiring dolar AS kehilangan momentum di tengah meredanya sentimen penghindaran risiko di pasar global.
Sentimen pasar sedikit membaik setelah muncul laporan bahwa Amerika Serikat mungkin akan mengumumkan pembentukan koalisi internasional untuk mengawal kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Langkah ini diharapkan dapat menjaga jalur perdagangan energi tetap aman di tengah ketegangan di Timur Tengah.
Selain itu, Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan bahwa konflik antara AS-Israel dan Iran kemungkinan dapat berakhir dalam beberapa minggu ke depan. Jika situasi mereda, pasokan minyak global berpotensi kembali stabil dan tekanan harga energi bisa menurun.
Meski demikian, para trader masih berhati-hati. Laporan menyebutkan bahwa pasukan AS menargetkan lokasi militer di Pulau Kharg, pusat yang menangani sebagian besar ekspor minyak Iran. Iran juga memperingatkan kemungkinan balasan terhadap fasilitas energi yang terkait dengan AS di kawasan tersebut.
Dalam perkembangan lain, Presiden AS Donald Trump meminta sejumlah sekutu seperti Inggris, Prancis, China, dan Jepang untuk membantu mengamankan Selat Hormuz. Sementara itu, para menteri luar negeri Uni Eropa juga tengah membahas kemungkinan respons angkatan laut terhadap situasi tersebut.
Di sisi kebijakan moneter, pasar kini menantikan keputusan Federal Reserve yang diperkirakan akan menahan suku bunga minggu ini. Panduan dari bank sentral AS akan menjadi perhatian investor, terutama terkait dampak lonjakan harga energi terhadap inflasi.
Sementara itu, Franc Swiss (CHF) mendapat dukungan sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian geopolitik. Namun penguatan CHF kemungkinan tetap terbatas setelah Swiss National Bank (SNB) memberi sinyal kesiapan untuk melakukan intervensi di pasar valuta asing jika diperlukan.
Dampak & Pengaruh
1. Pasar Forex
Pelemahan dolar AS membuka ruang bagi penguatan mata uang safe haven seperti Franc Swiss.
2. Harga Energi & Inflasi
Ketegangan di Timur Tengah dan Selat Hormuz dapat memengaruhi harga minyak, yang berpotensi meningkatkan tekanan inflasi global.
3. Kebijakan Bank Sentral
Keputusan The Fed mengenai suku bunga dan panduan kebijakan akan menjadi faktor penting bagi arah dolar dalam jangka pendek.
4. Sentimen Risiko Global
Jika konflik mereda, permintaan terhadap aset safe haven seperti CHF dan emas bisa berkurang. Namun jika eskalasi meningkat, volatilitas pasar kemungkinan naik.(Cp)
Sumber: Newsmaker.id