SNB Terlihat “Mundur”, Franc Berpotensi Makin Kuat
Franc Swiss (CHF) mulai kembali dilirik sebagai aset aman, seiring risiko geopolitik yang belum benar-benar reda dan bank sentral yang terlihat makin “jarang turun tangan” di pasar valuta. Di kondisi kayak gini, CHF biasanya diuntungkan—apalagi ketika pasar global lagi gampang panik sama headline.
Pada sesi Eropa Jumat (6/2), USD/CHF berada di kisaran 0,778 (sekitar 0,7779–0,7784). Pergerakan ini menggambarkan dolar sedikit melemah dari dorongan risk-off sebelumnya, namun secara mingguan USD/CHF masih sempat mencatat kenaikan.
Cerita utamanya datang dari Timur Tengah: AS dan Iran memulai negosiasi di Oman, tapi Iran sendiri sudah mengingatkan bahwa ini kemungkinan bukan solusi cepat. Di saat yang sama, laporan juga menyinggung adanya penumpukan kekuatan militer AS di kawasan—kombinasi yang bikin pasar susah “tenang” dan menjaga permintaan safe-haven tetap hidup.
Dari sisi Swiss, data terbaru menunjukkan cadangan devisa/foreign currency reserves Swiss turun pada Januari, yang secara umum bisa terjadi karena efek valuasi dan pergerakan pasar. Tapi yang penting buat pelaku pasar FX: ketika tanda-tanda intervensi bank sentral tidak terlihat agresif, peluang CHF menguat bisa lebih terbuka.
Di belakang layar, SNB juga baru mengumumkan penyesuaian aturan remunerasi sight deposits (mulai berlaku 1 Maret 2026). Meski ini bukan “intervensi langsung”, langkah-langkah operasional seperti ini sering dibaca pasar sebagai sinyal SNB sedang mengatur instrumen likuiditas—sementara membiarkan kurs bergerak lebih natural kecuali ada gejolak ekstrem.
Kesimpulannya: selama geopolitik tetap rawan headline dan SNB tidak terlihat aktif menahan penguatan CHF, risiko USD/CHF turun (CHF menguat) masih ada. Titik pantau dekat-dekat ini biasanya ada di area 0,776–0,775 sebagai support intraday, sementara 0,780–0,782 jadi area resistance terdekat jika dolar tiba-tiba balik kuat. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id