Menunggu Keputusan The Fed, Dolar Masih Loyo
Dolar AS kembali melemah untuk hari keempat, sementara pasar makin hati-hati menunggu keputusan suku bunga The Fed pada Rabu. Fokus trader bukan cuma soal suku bunga, tapi juga potensi lonjakan volatilitas kalau muncul kejutan dari sisi politik dan narasi kebijakan.
Sumber tekanan dolar bulan ini datang dari kombinasi “paket lengkap”: sentimen bahwa Washington nyaman dengan dolar yang lebih lemah, plus ketidakpastian arah kebijakan Presiden Donald Trump. Kondisi itu bikin pelaku pasar gampang panik saat berita tipis—apalagi ketika isu geopolitik dan yen ikut memanas.
Di pasar mata uang, perhatian terbesar tetap ke yen. Setelah reli kuat beberapa sesi terakhir, USD/JPY tertahan di area 153–154 karena pasar siaga jika ada sinyal intervensi (atau koordinasi AS–Jepang). Bahkan tanpa konfirmasi resmi, rumor saja sudah cukup bikin trader enggan “ngegas” lawan yen.
Sementara dolar tertekan, euro dan pound ikut menikmati angin belakang. EUR/USD bertahan dekat level tertinggi multi-bulan, dan GBP/USD juga tetap kuat—cerminan arus keluar dari greenback jelang event risk The Fed.
Intinya: pasar sedang menunggu “kata-kata” The Fed, tapi risiko paling besar justru bisa muncul setelahnya—kalau isu independensi bank sentral dan manuver politik ikut naik ke panggung utama.
Harga & perubahan (terbaru dari sumber publik):
DXY: sekitar 96,6 (turun kira-kira 0,4% dalam 24 jam terakhir)
USD/JPY: sekitar 153,26 (sekitar -0,6%)
EUR/USD: 1,1926 (vs prev close 1,1880 +0,39%)
GBP/USD: 1,3739 (vs prev close 1,3683 +0,41%)
AUD/USD: sekitar 0,6946 (vs prev close 0,6913 +0,48%).(yds)
Sumber: Newsmaker.id