Dolar AS Tertekan, USD/CHF Turun Jelang Rilis Data Ekonomi Penting
USD/CHF diperdagangkan lebih rendah dan berfluktuasi di sekitar 0,7930 pada hari Senin (22/12) saat penulisan ini, turun 0,40% pada hari itu. Pasangan mata uang ini mengembalikan sebagian dari keuntungan yang diperoleh pada sesi sebelumnya, di tengah suasana pasar yang hati-hati menjelang rilis Produk Domestik Bruto (PDB) AS untuk kuartal ketiga, yang dijadwalkan pada hari Selasa.
Tekanan pada Dolar AS (USD) sebagian besar mencerminkan ketidakpastian yang berkelanjutan seputar prospek kebijakan moneter di Federal Reserve (Fed). Presiden Bank Federal Reserve Cleveland, Beth Hammack, mengatakan kebijakan moneter berada pada tingkat yang tepat untuk berhenti sejenak dan menilai efek kumulatif dari 75 basis poin pemotongan suku bunga yang telah diterapkan. Pernyataan ini memperkuat pandangan bahwa bank sentral mampu menunggu lebih banyak data sebelum melakukan penyesuaian lebih lanjut.
Menurut alat CME FedWatch, peluang suku bunga tetap stabil pada pertemuan Federal Reserve Januari telah meningkat menjadi hampir 79%, sementara ekspektasi untuk pemotongan suku bunga dalam waktu dekat telah mereda. Namun, perdebatan di dalam lembaga tersebut tetap aktif. Presiden AS Donald Trump baru-baru ini mengatakan bahwa Ketua Fed berikutnya akan menjadi seseorang yang mendukung suku bunga yang jauh lebih rendah. Sementara itu, Gubernur Fed Christopher Waller mencatat bahwa dengan inflasi yang masih di atas target, bank sentral dapat menurunkan suku bunga secara bertahap, tanpa terburu-buru.
Di Swiss, investor mengalihkan perhatian mereka ke survei Ekspektasi Ekonomi ZEW Desember, yang akan dirilis pada hari Selasa. Rilis ini dipantau dengan cermat untuk mendapatkan sinyal tentang kepercayaan bisnis dan prospek pasar tenaga kerja, serta untuk kejelasan yang lebih besar tentang arah Bank Nasional Swiss (SNB).
Bank sentral Swiss mempertahankan sikap stabil untuk saat ini. Dalam Buletin Triwulanan keempatnya, SNB menegaskan kembali bahwa mereka mempertahankan suku bunga kebijakannya tidak berubah pada 0%, dengan menilai bahwa tekanan inflasi jangka menengah secara umum tetap terkendali dan bahwa sikap saat ini tepat untuk mendukung perekonomian sambil memastikan stabilitas harga. (Arl)
Sumber: Fxstreet.com