• Sat, Jan 17, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

30 October 2025 08:41  |

Suku Bunga Turun, Dolar Menguat - Kok Bisa?

Dolar AS menguat tipis pada Kamis(30/10) setelah Ketua The Fed Jerome Powell menolak memberi sinyal pemangkasan suku bunga lagi di tahun ini. Sebelumnya, The Fed memangkas suku bunga 25 bps sesuai ekspektasi dan menyatakan akan menghentikan penyusutan neraca pada 1 Desember. Komentar Powell yang hati-hati membuat pasar memangkas taruhan pemotongan bunga Desember; probabilitasnya turun ke sekitar 68%. Pound sempat melemah ke level terendah 5,5 bulan sebelum terakhir di $1,3195, sementara euro sedikit naik 0,03% ke $1,1604 setelah turun 0,43% semalam.

Fokus pasar kini bergeser ke keputusan Bank of Japan (BOJ). BOJ diperkirakan menahan suku bunga, namun bisa menegaskan niat melanjutkan normalisasi bertahap. Menjelang pengumuman, yen tertekan mendekati level terlemah delapan bulan di 152,59 per dolar dan juga mendekati rekor terendah terhadap euro di 177,12. Analis menilai hasil pemungutan suara internal BOJ akan krusial, mengingat pada rapat sebelumnya dua dari sembilan anggota mendukung kenaikan 25 bps.

Situasi politik Jepang juga diperhatikan pasar. Terpilihnya Sanae Takaichi sebagai perdana menteri baru dinilai bisa membuat prospek kenaikan suku bunga BOJ lebih menantang karena ia dikenal mendukung kebijakan moneter longgar. Di sisi lain, dolar Australia relatif datar di $0,6575 dan dolar Selandia Baru melemah tipis ke $0,5763, mencerminkan kehati-hatian luas di mata uang G10.

Selain BOJ, pelaku pasar menanti pertemuan penting antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping. Harapannya, kedua negara memberi jeda pada tensi tarif dan mendinginkan perang dagang. Sejumlah pelaku pasar menilai pernyataan positif setelah pembicaraan pendahuluan di Malaysia akhir pekan lalu sudah mengisyaratkan batas tarif yang jelas, bahkan kemungkinan Tiongkok menarik kembali rencana kontrol ekspor logam tanah jarang. Jika tercapai, sentimen risiko global bisa membaik dan pergerakan dolar berpotensi lebih seimbang. (az)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

US DOLLAR

Dollar Sedikit Melemah Setelah Pulih

Dolar memangkas kenaikan hari Senin (12/05), dengan para pedagang tidak yakin bahwa lonjakannya baru-baru ini di balik mereda...

13 May 2025 15:52
US DOLLAR

Dolar AS Tutup Tahun Terbaik Sejak 2015 dengan Bias Bullish

Dolar membukukan penurunan moderat pada hari terakhir tahun ini, yang terbaik dalam hampir satu dekade, karena opsi jangka pa...

31 December 2024 17:05
US DOLLAR

Dolar Terus Turun

Indeks dolar jatuh ke 100,3 pada hari Rabu (14/5), semakin merosot dari level tertinggi satu bulan yang dicapai pada hari Sen...

14 May 2025 17:16
US DOLLAR

Dolar Mengakhiri Penurunan Tiga Hari Jelang Data Penggajian ...

Dolar menguat setelah tiga hari melemah karena para pedagang menunggu data pekerjaan AS untuk mengukur prospek pelonggaran ke...

7 February 2025 13:14
BIAS23.com NM23 Ai