Yen Melemah, Dolar Menguat Jelang Rilis Data CPI AS
Dolar AS menguat terhadap sebagian besar mata uang utama, terutama yen Jepang, pada Kamis (23/10) seiring para pelaku pasar menunggu rilis tertunda data inflasi konsumen AS (CPI) yang dijadwalkan Jumat dan mencerna ketegangan perdagangan baru antara Washington dan Beijing.
Mata uang AS terakhir naik 0,5% terhadap yen menjadi ¥152,69, sementara euro turun 0,2% ke $1,1589, berada di tengah kisaran pergerakan baru-baru ini. Fokus utama pasar minggu ini adalah data inflasi AS yang tetap dirilis meskipun pemerintah AS sedang mengalami shutdown, karena data tersebut digunakan oleh Administrasi Jaminan Sosial AS untuk menghitung penyesuaian biaya hidup tahunan di tahun 2026.
Meskipun fokus kebijakan Federal Reserve telah bergeser dari inflasi ke kondisi pasar tenaga kerja, angka CPI masih akan diawasi ketat. “Data kali ini akan signifikan karena alasan yang sedikit berbeda. Memang Fed sudah tidak berfokus pada CPI, tapi kita masih bisa menilai arah konsumsi dan pertumbuhan ekonomi dari data itu,” kata Nick Rees, Kepala Analisis Makro di Monex Europe.
Yen Tertekan, Pasar Tunggu Stimulus Jepang
Faktor domestik turut membebani yen, yang kembali mendekati level terendah tujuh bulan di ¥153,29 per dolar yang sempat disentuh awal pekan ini setelah Sanae Takaichi, yang dikenal berpandangan longgar dalam kebijakan fiskal dan moneter, terpilih memimpin partai berkuasa Jepang dan kini resmi menjadi Perdana Menteri.
Pasar kini menanti rincian paket stimulus ekonomi dari pemerintahan Takaichi untuk melihat realisasi dari harapan kebijakan sebelumnya. “Aksi beli berbasis ekspektasi kebijakan dari pemerintahan Takaichi tampaknya sudah selesai. Kini pasar menunggu bukti nyata dan menilai kelayakannya,” ujar Yutaka Miura, analis teknikal senior di Mizuho Securities.
Sementara itu, poundsterling turun tipis ke $1,3338 setelah sempat pulih dari pelemahan sehari sebelumnya akibat data inflasi konsumen Inggris yang lebih lemah dari perkiraan, sehingga meningkatkan ekspektasi pemangkasan suku bunga Bank of England tahun ini.
Di Eropa, krona Norwegia menguat karena kenaikan harga minyak, dengan dolar turun 0,4% ke 9,985 krona, menembus di bawah level 10 krona untuk pertama kalinya dalam dua minggu. Euro juga jatuh ke level terendah satu bulan di 11,568 krona.
Sementara itu, franc Swiss melemah ke 0,7981 per dolar dan 0,9252 per euro, meski tetap mendekati level 0,92 per euro yang menurut analis Societe Generale, Olivier Korber, bisa memicu intervensi pasar oleh Bank Nasional Swiss (SNB) untuk melemahkan mata uang tersebut.(yds)
Sumber: Reuters.com