• Sat, Jan 17, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

23 October 2025 21:15  |

Yen Melemah, Dolar Menguat Jelang Rilis Data CPI AS

Dolar AS menguat terhadap sebagian besar mata uang utama, terutama yen Jepang, pada Kamis (23/10) seiring para pelaku pasar menunggu rilis tertunda data inflasi konsumen AS (CPI) yang dijadwalkan Jumat dan mencerna ketegangan perdagangan baru antara Washington dan Beijing.

Mata uang AS terakhir naik 0,5% terhadap yen menjadi ¥152,69, sementara euro turun 0,2% ke $1,1589, berada di tengah kisaran pergerakan baru-baru ini. Fokus utama pasar minggu ini adalah data inflasi AS yang tetap dirilis meskipun pemerintah AS sedang mengalami shutdown, karena data tersebut digunakan oleh Administrasi Jaminan Sosial AS untuk menghitung penyesuaian biaya hidup tahunan di tahun 2026.

Meskipun fokus kebijakan Federal Reserve telah bergeser dari inflasi ke kondisi pasar tenaga kerja, angka CPI masih akan diawasi ketat. “Data kali ini akan signifikan karena alasan yang sedikit berbeda. Memang Fed sudah tidak berfokus pada CPI, tapi kita masih bisa menilai arah konsumsi dan pertumbuhan ekonomi dari data itu,” kata Nick Rees, Kepala Analisis Makro di Monex Europe.

Yen Tertekan, Pasar Tunggu Stimulus Jepang

Faktor domestik turut membebani yen, yang kembali mendekati level terendah tujuh bulan di ¥153,29 per dolar yang sempat disentuh awal pekan ini setelah Sanae Takaichi, yang dikenal berpandangan longgar dalam kebijakan fiskal dan moneter, terpilih memimpin partai berkuasa Jepang dan kini resmi menjadi Perdana Menteri.

Pasar kini menanti rincian paket stimulus ekonomi dari pemerintahan Takaichi untuk melihat realisasi dari harapan kebijakan sebelumnya. “Aksi beli berbasis ekspektasi kebijakan dari pemerintahan Takaichi tampaknya sudah selesai. Kini pasar menunggu bukti nyata dan menilai kelayakannya,” ujar Yutaka Miura, analis teknikal senior di Mizuho Securities.

Sementara itu, poundsterling turun tipis ke $1,3338 setelah sempat pulih dari pelemahan sehari sebelumnya akibat data inflasi konsumen Inggris yang lebih lemah dari perkiraan, sehingga meningkatkan ekspektasi pemangkasan suku bunga Bank of England tahun ini.

Di Eropa, krona Norwegia menguat karena kenaikan harga minyak, dengan dolar turun 0,4% ke 9,985 krona, menembus di bawah level 10 krona untuk pertama kalinya dalam dua minggu. Euro juga jatuh ke level terendah satu bulan di 11,568 krona.

Sementara itu, franc Swiss melemah ke 0,7981 per dolar dan 0,9252 per euro, meski tetap mendekati level 0,92 per euro yang menurut analis Societe Generale, Olivier Korber, bisa memicu intervensi pasar oleh Bank Nasional Swiss (SNB) untuk melemahkan mata uang tersebut.(yds)

Sumber: Reuters.com

Related News

US DOLLAR

Dollar Sedikit Melemah Setelah Pulih

Dolar memangkas kenaikan hari Senin (12/05), dengan para pedagang tidak yakin bahwa lonjakannya baru-baru ini di balik mereda...

13 May 2025 15:52
US DOLLAR

Dolar AS Tutup Tahun Terbaik Sejak 2015 dengan Bias Bullish

Dolar membukukan penurunan moderat pada hari terakhir tahun ini, yang terbaik dalam hampir satu dekade, karena opsi jangka pa...

31 December 2024 17:05
US DOLLAR

Dolar Terus Turun

Indeks dolar jatuh ke 100,3 pada hari Rabu (14/5), semakin merosot dari level tertinggi satu bulan yang dicapai pada hari Sen...

14 May 2025 17:16
US DOLLAR

Dolar Mengakhiri Penurunan Tiga Hari Jelang Data Penggajian ...

Dolar menguat setelah tiga hari melemah karena para pedagang menunggu data pekerjaan AS untuk mengukur prospek pelonggaran ke...

7 February 2025 13:14
BIAS23.com NM23 Ai