Dolar AS Menguat di Tengah Sentimen Hati-Hati
Indeks Dolar AS (DXY) bergerak naik mendekati level 98,40 pada perdagangan sesi Asia Rabu (3/9) pagi. Dukungan datang dari meningkatnya aliran dana ke aset safe haven di tengah ketidakpastian pasar global serta konflik Rusia–Ukraina yang masih berlangsung.
Sementara menurut Vassili Serebriakov, analis UBS New York, pelemahan kondisi di luar AS menjadi faktor utama yang mendorong kekuatan dolar hari ini.
Meski begitu, ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed bulan ini berpotensi menahan penguatan dolar lebih lanjut. Pasar uang saat ini memperkirakan peluang 91% bahwa The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan September, naik dari 85% pekan lalu.
Prospek ini makin kuat setelah laporan tenaga kerja Nonfarm Payrolls (NFP) Juli menunjukkan pelemahan pasar kerja dengan jumlah penambahan pekerjaan lebih rendah dari perkiraan. Data NFP Agustus yang akan dirilis Jumat diprediksi menambah 75 ribu pekerjaan, sementara tingkat pengangguran diproyeksikan naik ke 4,3%.
Di sisi lain, ketidakpastian perdagangan juga bisa menekan dolar. Pekan lalu, Pengadilan Banding Federal AS menguatkan putusan bahwa sebagian besar tarif impor sepihak yang diberlakukan Presiden Donald Trump dinyatakan ilegal. Trump kemudian mengatakan akan meminta Mahkamah Agung mempercepat proses banding.
Situasi ini menambah ketidakpastian arah perdagangan sekaligus memberi risiko koreksi bagi pergerakan dolar.(yds)
Sumber: FXstreet