Dolar Tahan Penguatan, Fokus Kebijakan Fed saat Politik Prancis Tekan Euro
Dolar AS mempertahankan penguatannya terhadap euro dan yen pada Rabu (27/8), meski memangkas sebagian kenaikan lebih awal, karena investor menanti data ekonomi AS berikutnya untuk petunjuk kebijakan—sementara kekhawatiran atas independensi Federal Reserve masih membayangi.
Euro menyentuh level terlemah sejak 6 Agustus dan terakhir turun 0,09% ke $1,1631. Sterling menguat tipis 0,12% ke $1,3496, sedangkan dolar melemah 0,14% terhadap franc Swiss dan hampir datar versus yen Jepang di 147,445. Pada sesi AS, indeks dolar sempat berganti arah antara naik dan turun, dan terakhir naik 0,02% ke 98,227. “Trader cenderung wait-and-see menunggu laba Nvidia hari ini dan core PCE pada Jumat,” kata Michael Boutros dari StoneX.
Sementara Presiden Fed New York John Williams mengatakan suku bunga kemungkinan bisa diturunkan di suatu waktu, namun pembuat kebijakan perlu melihat data yang akan datang untuk memutuskan apakah pemangkasan pada pertemuan bulan depan tepat.
Meski pasar tampak mulai mengabaikan kekhawatiran langsung soal independensi The Fed setelah upaya Presiden Donald Trump memecat Gubernur Lisa Cook, kurva imbal hasil Treasury justru makin menanjak. Pengacara Cook menyatakan akan menggugat, membuka peluang pertarungan hukum yang memakan waktu panjang.
“Saya tidak melihat pasar terlalu khawatir dengan drama antara Lisa Cook–The Fed. Mereka lebih memerhatikan pernyataan Trump yang menginginkan suku bunga lebih rendah,” ujar Joseph Trevisani dari FX Street. “Jika The Fed mulai bergerak memangkas suku bunga, ekonomi AS bisa menguat—yang pada akhirnya mendukung dolar.” Sejak kembali ke Gedung Putih tahun ini, Trump terus menekan bank sentral agar menurunkan suku bunga.(yds)
Sumber: Reuters