Dolar Pangkas Pelemahan
Dolar AS memangkas pelemahan setelah Gubernur The Fed Lisa Cook menolak upaya Presiden Donald Trump untuk mencopotnya. Bloomberg Dollar Spot Index akhirnya nyaris tak berubah, setelah sempat turun hingga 0,3% saat kabar pencopotan mencuat terkait dugaan pemalsuan dokumen hipotek. Melalui kuasa hukumnya, Abbe Lowell, Cook menegaskan Trump tidak berwenang memecatnya dan ia tidak akan mengundurkan diri.
Menurut Mansoor Mohi-uddin (Bank of Singapore), pelemahan independensi The Fed bisa berdampak luas: pemangkasan suku bunga berlebihan dan inflasi yang kembali naik berpotensi menanjakkan kurva imbal hasil (merugikan pemegang obligasi tenor panjang) dan melemahkan dolar dalam jangka panjang. Tanpa jangkar bank sentral yang independen, ekonomi global juga lebih rentan terhadap guncangan.
Di pasar valas, USD/JPY stabil di 147,76 setelah sempat turun ke 146,99. AUD/USD melemah 0,1% ke 0,6478; penguatan awal memudar setelah risalah RBA mengisyaratkan pemangkasan suku bunga lanjutan dalam setahun ke depan. NZD/USD turun 0,1% ke 0,5840, seiring ekspektasi RBNZ memangkas suku bunga pada dua pertemuan tersisa tahun ini dan ANZ menurunkan proyeksi pertumbuhan kuartal III.
Sementara itu, USD/CHF nyaris tak berubah di 0,8059 setelah sempat turun 0,4%. EUR/USD naik 0,1% ke 1,1630, dan GBP/USD cenderung datar di 1,3456. Investor kini menimbang isu independensi The Fed sambil menunggu rilis data ekonomi AS berikutnya untuk mengukur arah dolar selanjutnya.(ayu)
Sumber: Newsmaker.id