Dolar Melemah Sementara Pound Melonjak Pasca Data Inflasi U.K
Dolar melemah secara luas sementara pound Inggris menyentuh level tertinggi dalam lebih dari tiga tahun setelah inflasi domestik yang tinggi. Komentar dari kementerian keuangan Korea Selatan mengenai diskusi valas yang sedang berlangsung dengan AS telah membuat para pedagang waspada saat mereka menunggu sejumlah komentar dari pertemuan G-7 di Kanada. Krone Norwegia mengungguli mata uang lainnya karena harga minyak melonjak.
Indeks Spot Dolar Bloomberg turun sebanyak 0,5%, memperpanjang penurunannya hingga hari ketiga.
“Pasar berada dalam mode risk off setelah laporan semalam bahwa Israel berencana untuk menyerang fasilitas nuklir Iran,” kata Win Thin, kepala strategi pasar global di Brown Brothers Harriman & Co. “Namun dolar turun dan imbal hasil naik, yang mendukung pandangan bahwa pasar telah kehilangan kepercayaan pada AS”.
Pasangan GBP/USD naik sebanyak 0,6% menjadi 1,3469, tertinggi sejak Februari 2022 setelah data menunjukkan inflasi Inggris melonjak lebih dari yang diperkirakan pada bulan April ke tingkat tertinggi dalam lebih dari setahun.
Pasangan USD/JPY turun 0,5% menjadi 143,86.
Sementara Menteri Keuangan Jepang Katsunobu Kato mengatakan pada hari Selasa bahwa ia sedang mengatur pertemuan bilateral dengan Menteri Keuangan AS Scott Bessent minggu ini untuk membahas berbagai topik termasuk masalah mata uang.
Pasangan EUR/USD menguat untuk hari ketiga, naik 0,5% menjadi 1,1337.
Anggota Dewan Gubernur ECB Martins Kazaks mengatakan pemotongan suku bunga hampir berakhir, dengan asumsi kasus dasar inflasi yang stabil pada 2% selama beberapa bulan mendatang menjadi kenyataan.(yds)
Sumber: Bloomberg