Dolar Bangkit, Kebijakan The Fed Kembali Jadi Sorotan
Indeks dolar AS bergerak stabil di dekat level 100 pada perdagangan Selasa (4/8), setelah bangkit pada sesi sebelumnya. Dolar berada di sekitar 99,99 atau dekat level terendahnya dalam dua bulan, ketika investor terus menimbang arah kebijakan Federal Reserve dan perkembangan ketegangan di Timur Tengah.
Pasar memperkirakan peluang sekitar 65% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan September. Ekspektasi tersebut muncul setelah bank sentral mempertahankan suku bunga pada kisaran 3,50%–3,75% dalam pertemuan Juli, sementara tekanan inflasi masih berada di atas target.
Presiden The Fed New York John Williams menilai kebijakan moneter saat ini masih berada pada posisi yang tepat. Ia memperkirakan inflasi mulai mereda pada paruh kedua tahun ini, tetapi menegaskan The Fed tidak akan ragu kembali menaikkan suku bunga apabila tekanan harga gagal bergerak menuju target 2%.
Investor kini menantikan laporan lowongan pekerjaan JOLTS dan neraca perdagangan AS untuk memperoleh petunjuk baru mengenai kekuatan ekonomi. Dolar juga kembali menguat terhadap yen setelah Amerika Serikat dan Jepang mengonfirmasi intervensi bersama untuk mendukung mata uang Jepang, meskipun risiko tindakan lanjutan membuat pergerakan USD/JPY tetap bergejolak.(gn)
Sumber: Newsmaker.id