• Mon, Jul 20, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

8 July 2026 16:31  |

Dolar Menguat, Trump Ragukan Damai Iran

Dolar Amerika Serikat menguat terhadap sejumlah mata uang utama pada perdagangan Rabu (8/7) setelah Presiden Donald Trump memberi sinyal pesimis terhadap kesepakatan damai sementara dengan Iran. Kondisi ini mendorong permintaan safe haven ke dolar, karena investor kembali menghindari risiko di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.

Indeks Dolar AS naik sekitar 0,2% di sesi Eropa dan mencatat penguatan untuk hari keempat berturut-turut. Sentimen pasar berubah cepat setelah Trump mengatakan bahwa gencatan senjata dengan Iran kemungkinan sudah “berakhir”. Pernyataan tersebut langsung memicu arus masuk ke aset dolar yang dianggap paling likuid dan aman.

Komentar Trump muncul setelah Iran mengklaim menyerang situs militer AS di Kuwait dan Bahrain. Teheran menyebut serangan itu sebagai balasan atas serangan Amerika terhadap target di Iran serta keputusan Washington mencabut pelonggaran sanksi ekspor minyak Iran. Langkah tersebut sebelumnya dinilai Iran sebagai pelanggaran langsung terhadap kerangka kesepakatan damai.

Ketegangan ini juga membuat harga minyak melonjak tajam. Brent crude dilaporkan naik 6,6% karena pasar kembali khawatir terhadap gangguan pasokan energi dari kawasan Timur Tengah, terutama setelah konflik kembali menyentuh Selat Hormuz dan fasilitas militer AS di kawasan Teluk.

Selain faktor geopolitik, dolar juga mendapat dukungan dari kecemasan pasar menjelang rilis risalah rapat Federal Reserve bulan Juni. Risalah ini menjadi perhatian besar karena merupakan yang pertama di bawah Ketua The Fed baru, Kevin Warsh, yang dikenal lebih tertutup dan sangat bergantung pada data dalam memberikan arah kebijakan.

Pasar kini mencoba membaca apakah The Fed masih akan mempertahankan sikap hawkish. Dari 18 pembuat kebijakan, sembilan sebelumnya memperkirakan setidaknya satu kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun. Di pasar lain, dolar Selandia Baru menguat setelah Reserve Bank of New Zealand menaikkan suku bunga 25 basis poin ke 2,50%, sementara yen Jepang tetap tertekan di sekitar 162,20 per dolar AS, dekat area yang rawan intervensi.(yds)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

US DOLLAR

Dollar Sedikit Melemah Setelah Pulih

Dolar memangkas kenaikan hari Senin (12/05), dengan para pedagang tidak yakin bahwa lonjakannya baru-baru ini di balik mereda...

13 May 2025 15:52
US DOLLAR

Dolar Nunggu Sinyal The Fed

Indeks dolar (DXY) bergerak stabil di atas 98 pada Rabu, tapi masih bertahan dekat level terendah dalam lebih dari dua bulan....

17 December 2025 09:14
US DOLLAR

Dolar AS Tutup Tahun Terbaik Sejak 2015 dengan Bias Bullish

Dolar membukukan penurunan moderat pada hari terakhir tahun ini, yang terbaik dalam hampir satu dekade, karena opsi jangka pa...

31 December 2024 17:05
US DOLLAR

Dolar Terus Turun

Indeks dolar jatuh ke 100,3 pada hari Rabu (14/5), semakin merosot dari level tertinggi satu bulan yang dicapai pada hari Sen...

14 May 2025 17:16
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai