Indeks Dolar Bertahan di 99, Melemah Setelah Kabar Gencatan AS–Iran
Indeks dolar bergerak di sekitar 99 pada Jumat (29/05), bertahan setelah melemah pada sesi sebelumnya. Pelemahan ini terjadi ketika laporan kesepakatan damai tentatif antara AS dan Iran membantu memperbaiki sentimen risiko dan meredakan kekhawatiran inflasi.
Washington dan Tehran dilaporkan bersiap memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari dan memulai negosiasi terkait program nuklir Iran, sambil mempertimbangkan pengiriman tanpa pembatasan melalui Selat Hormuz. Namun, laporan yang sama menyebut Presiden Donald Trump belum menyetujui ketentuan yang diusulkan.
Dari sisi data, rilis terbaru indeks harga PCE AS menunjukkan inflasi yang lebih rendah dari perkiraan. Kombinasi meredanya risiko energi dan inflasi yang lebih lunak membantu menenangkan kekhawatiran bahwa “energy shock” baru-baru ini akan mendorong prospek inflasi memburuk dan memicu kenaikan suku bunga lanjutan.
Meski demikian, pasar masih memperkirakan The Fed mempertahankan suku bunga tidak berubah hingga jauh ke tahun depan. Arah dolar berikutnya akan sensitif terhadap kepastian detail kesepakatan AS–Iran, perkembangan terkait Selat Hormuz, serta konsistensi data inflasi dan ekspektasi kebijakan moneter. (asd)
Sumber: Newsmaker.id