• Tue, Jun 2, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

29 May 2026 03:13  |

Dolar Melemah Usai Laporan Deal AS–Iran

Dolar AS melemah terhadap mayoritas mata uang utama pasca laporan bahwa AS dan Iran mencapai kesepakatan untuk memperpanjang gencatan senjata, meski masih menunggu persetujuan final Presiden Donald Trump.

Bloomberg Dollar Spot Index turun 0,2% pada Kamis, berbalik arah dari penguatan awal yang sempat didorong bentrokan semalam.

Di kelompok G-10, mata uang yang sensitif terhadap sentimen risiko seperti krona Swedia dan dolar Selandia Baru memimpin penguatan, sementara euro sempat menembus US$1,1650. Pasar menilai peluang de-eskalasi dapat memangkas premi risiko geopolitik yang sebelumnya menopang greenback.

Menurut Axios, memorandum of understanding (MoU) AS–Iran mencakup perpanjangan gencatan senjata 60 hari, pembukaan negosiasi soal masa depan program nuklir Iran, serta pelayaran tanpa hambatan melalui Hormuz. Namun, trader menahan euforia karena kesepakatan belum final dan masih bergantung pada restu Trump, sehingga arah dolar dalam beberapa pekan ke depan dinilai tetap headline-driven.

Dolar juga sempat tertekan oleh data inflasi AS. Indeks harga PCE April naik 0,4% MoM, lebih rendah dari perkiraan 0,5%, yang memberi ruang bagi pandangan bahwa The Fed bisa menahan suku bunga tanpa perlu segera mengetatkan lagi. Meski begitu, pasar swap masih mem-price-in peluang sekitar 60% untuk kenaikan suku bunga seperempat poin hingga akhir tahun di bawah kepemimpinan Ketua The Fed Kevin Warsh, seiring kekhawatiran inflasi “lengket” akibat biaya energi global.

Sejak konflik pecah akhir Februari, dolar disebut naik sekitar 1%, sementara Brent melonjak sekitar 30%, mendorong investor menilai ulang daya tahan masing-masing mata uang terhadap guncangan komoditas. Goldman Sachs menilai jika konflik mereda, mata uang yang paling terpukul oleh shock energi—termasuk SEK, NZD, dan GBP—berpotensi mengungguli peers karena sentimen risiko membaik dan efek “terms of trade shock” berbalik arah.(yds)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

US DOLLAR

Dollar Sedikit Melemah Setelah Pulih

Dolar memangkas kenaikan hari Senin (12/05), dengan para pedagang tidak yakin bahwa lonjakannya baru-baru ini di balik mereda...

13 May 2025 15:52
US DOLLAR

Dolar Nunggu Sinyal The Fed

Indeks dolar (DXY) bergerak stabil di atas 98 pada Rabu, tapi masih bertahan dekat level terendah dalam lebih dari dua bulan....

17 December 2025 09:14
US DOLLAR

Dolar AS Tutup Tahun Terbaik Sejak 2015 dengan Bias Bullish

Dolar membukukan penurunan moderat pada hari terakhir tahun ini, yang terbaik dalam hampir satu dekade, karena opsi jangka pa...

31 December 2024 17:05
US DOLLAR

Dolar Terus Turun

Indeks dolar jatuh ke 100,3 pada hari Rabu (14/5), semakin merosot dari level tertinggi satu bulan yang dicapai pada hari Sen...

14 May 2025 17:16
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai