• Fri, Apr 3, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

3 April 2026 03:32  |

Trump Perpanjang Konflik, Dolar Rebound Tajam

Dolar AS menguat tajam pada Kamis (2/4) setelah dua sesi melemah, menyusul pidato Presiden Donald Trump soal Iran yang meredam ekspektasi pasar terhadap berakhirnya konflik dalam waktu dekat. Perubahan nada tersebut memulihkan permintaan aset aman, mendorong penguatan greenback bahkan terhadap mata uang safe haven lain seperti franc Swiss dan yen Jepang.

Dalam pidato televisi Rabu, Trump menjanjikan serangan yang lebih agresif terhadap Iran dalam dua hingga tiga minggu ke depan, tanpa menyampaikan jadwal konkret untuk membuka Selat Hormuz atau mengakhiri perang yang telah mengguncang sentimen investor. Militer Iran kemudian memperingatkan AS dan Israel akan menghadapi serangan yang “lebih menghancurkan, lebih luas, dan lebih destruktif”.

Di pasar valas, dolar naik 0,6% ke 0,799 per franc Swiss. Terhadap yen, dolar menguat 0,5% ke 159,57, mendekati level psikologis 160 yang kerap memicu kekhawatiran intervensi otoritas Jepang. Euro turun 0,45% ke US$1,1536 dan poundsterling melemah 0,63% ke US$1,3222, memangkas sebagian kenaikan sebelumnya. Indeks dolar naik 0,46% ke 100,02. Dolar Australia melemah 0,3% ke US$0,6904, sementara euro menguat 0,12% terhadap franc Swiss ke 0,921.

Kenaikan dolar terjadi bersamaan dengan lonjakan harga energi. Brent melonjak 7,78% dan ditutup di US$109,03 per barel, mencerminkan kembalinya premi risiko pasokan setelah pasar menilai potensi disrupsi dapat bertahan lebih lama. Dari sisi suku bunga, komentar Trump sempat mengangkat imbal hasil obligasi AS, namun pergerakan itu mereda; yield Treasury 10 tahun turun 1,6 bps ke 4,305%.

Perhatian pasar kini mengarah ke laporan non-farm payrolls AS pada Jumat, yang diproyeksikan naik 60.000 pada Maret. Data tenaga kerja berpotensi memengaruhi ekspektasi jalur suku bunga Federal Reserve, di tengah dinamika geopolitik yang terus menggerakkan dolar, minyak, dan volatilitas lintas aset. (Arl)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

US DOLLAR

Dollar Sedikit Melemah Setelah Pulih

Dolar memangkas kenaikan hari Senin (12/05), dengan para pedagang tidak yakin bahwa lonjakannya baru-baru ini di balik mereda...

13 May 2025 15:52
US DOLLAR

Dolar Nunggu Sinyal The Fed

Indeks dolar (DXY) bergerak stabil di atas 98 pada Rabu, tapi masih bertahan dekat level terendah dalam lebih dari dua bulan....

17 December 2025 09:14
US DOLLAR

Dolar AS Tutup Tahun Terbaik Sejak 2015 dengan Bias Bullish

Dolar membukukan penurunan moderat pada hari terakhir tahun ini, yang terbaik dalam hampir satu dekade, karena opsi jangka pa...

31 December 2024 17:05
US DOLLAR

Dolar Terus Turun

Indeks dolar jatuh ke 100,3 pada hari Rabu (14/5), semakin merosot dari level tertinggi satu bulan yang dicapai pada hari Sen...

14 May 2025 17:16
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai