• Fri, Apr 3, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

3 April 2026 04:39  |

Sekutu AS Siapkan Rencana Cadangan untuk Hormuz jika Trump Mundur

Lebih dari 40 sekutu Amerika Serikat bertemu secara virtual pada Kamis untuk membahas rencana membuka kembali Selat Hormuz, langkah yang mencerminkan kekhawatiran luas komunitas internasional atas krisis di jalur pelayaran strategis tersebut setelah perang AS dengan Iran. Pertemuan itu juga dipandang sebagai sinyal kepada Presiden AS Donald Trump, di tengah kekhawatiran bahwa Washington bisa mengakhiri operasinya tanpa solusi yang jelas untuk Hormuz.

Inggris memimpin pertemuan yang melibatkan negara-negara dari Eropa, Timur Tengah, dan Asia, serta Australia dan Kanada. Agenda pembahasan mencakup opsi pendekatan diplomatik ke Teheran dan kemungkinan sanksi jika Iran tidak menyetujui pembukaan kembali jalur pengiriman penting bagi pasokan energi global.

Pembicaraan ini disebut dimaksudkan untuk menunjukkan posisi bersama puluhan sekutu AS agar Trump tidak “walk away” dari konflik tanpa menyelesaikan isu Hormuz, sesuatu yang berulang kali ia ancam. Para peserta pertemuan khawatir operasi AS di Iran akan diakhiri tanpa rencana membuka kembali selat tersebut, sehingga beban penanganan dampaknya jatuh ke tangan mereka.

Menurut sejumlah pihak yang mengetahui jalannya diskusi, komunitas internasional menilai AS perlu memasukkan solusi Hormuz dalam pembicaraan gencatan senjata dengan Iran. Namun, pertemuan itu sekaligus memperlihatkan koalisi negara-negara tersebut mulai menyiapkan skenario membuka kembali Hormuz tanpa keterlibatan AS.

Trump sebelumnya mengkritik keras negara-negara NATO karena dinilai tidak bersedia mengerahkan militernya ke kawasan Hormuz, bahkan sempat mengancam akan meninggalkan aliansi. Dalam konteks itu, pertemuan Kamis juga dipandang sebagai upaya Inggris, Prancis, dan negara-negara Eropa lain yang belakangan menjadi sasaran kritik Trump untuk menunjukkan kesiapan berkontribusi pada solusi bagi Hormuz.

Para perencana militer dari koalisi dijadwalkan bertemu pekan depan untuk membahas bagaimana aset angkatan laut dapat dikerahkan guna membantu pengamanan dan pembersihan ranjau di selat tersebut setelah pertempuran berhenti. Namun, mayoritas peserta disebut tidak memiliki selera untuk mencoba membuka kembali jalur pelayaran dengan kekuatan, karena dinilai bukan solusi yang layak dan krisis tidak akan terselesaikan tanpa persetujuan Iran.

Peserta pertemuan juga melihat Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai elemen penting dalam upaya diplomatik melobi Iran, termasuk melalui kerja sama dengan mitra Teluk guna mendorong kembalinya prinsip kebebasan navigasi.

Upaya Iran untuk menerapkan rezim pungutan (toll) atas lalu lintas Hormuz dinilai akan menciptakan preseden yang tidak membantu. Menurut sumber yang sama, terdapat dukungan luas untuk memastikan jalur tersebut tetap terbuka bagi pelayaran bebas. Langkah ekonomi, termasuk sanksi, turut dibahas untuk mencegah Iran terus memperoleh keuntungan dari penutupan selat.(mrv)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

GLOBAL

Mahkamah Agung Brasil Tanggapi Keras Ancaman Tarif Trump Ter...

Mahkamah Agung Brasil merespons keras ancaman tarif yang dilontarkan oleh Presiden AS Donald Trump terkait penyelidikan hukum...

21 July 2025 08:22
GLOBAL

Iran Balas Serangan AS, Tapi Pilih Jalur Diplomasi?

Iran meluncurkan rudal ke Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar pada Senin pagi sebagai balasan atas serangan udara Amerika Serik...

24 June 2025 07:49
GLOBAL

OPEC+ Meningkatkan Produksi, Namun Tanda Tanya Besar Masih A...

OPEC+ secara resmi menyelesaikan pemangkasan produksi minyak selama dua tahun dengan menyetujui peningkatan produksi final se...

4 August 2025 08:36
GLOBAL

Ancaman BRICS Belum Berakhir!

Presiden AS Donald Trump kembali mengancam akan mengenakan tarif 10% atas impor dari negara-negara anggota BRICS. Dalam komen...

21 July 2025 08:13
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai