• Wed, Apr 1, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

1 April 2026 09:35  |

Dolar Stabil di Tengah Ketegangan Timur Tengah dan Kekhawatiran Inflasi

Dolar AS tetap relatif stabil di angka 99,8 pada indeks dolar, saat perdagangan untuk bulan April dimulai. Stabilitas ini terjadi setelah mata uang tersebut naik 2,3% pada bulan Maret, didukung oleh permintaan aset aman karena meningkatnya ketidakpastian seputar perang yang sedang berlangsung di Timur Tengah. Para pedagang memantau dengan cermat perkembangan di kawasan tersebut, termasuk komentar Presiden Donald Trump baru-baru ini yang menunjukkan bahwa konflik dengan Iran dapat berakhir dalam beberapa minggu. Pernyataan-pernyataan ini telah menambah unsur optimisme, meskipun situasinya tetap berubah-ubah dengan semakin banyak pasukan AS yang dikerahkan ke wilayah tersebut.

Pada saat yang sama, situasi di Selat Hormuz terus menjadi perhatian bagi pasar global. Hampir tertutupnya jalur pelayaran penting ini, yang memfasilitasi sebagian besar perdagangan minyak global, telah membuat harga minyak berfluktuasi. Hal ini semakin berdampak pada dolar AS, karena fluktuasi harga minyak sering tercermin dalam pergeseran nilai mata uang. Ketegangan yang berkelanjutan di kawasan tersebut telah menambah daya tarik dolar, dengan investor mencari stabilitas di tengah ketidakpastian global.

Faktor lain yang berkontribusi pada ketahanan dolar adalah berkurangnya ekspektasi bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga tahun ini. Meskipun perang di Timur Tengah telah menciptakan ketidakpastian ekonomi, meningkatnya kekhawatiran inflasi akibat kenaikan tajam harga minyak telah menggeser fokus ke arah potensi pengetatan kebijakan moneter. Dengan meningkatnya tekanan inflasi, sikap Fed terhadap pemotongan suku bunga menjadi lebih hati-hati, memberikan dukungan lebih lanjut kepada dolar.

Sebagai tanggapan terhadap perkembangan ini, Ketua Federal Reserve Jerome Powell telah berupaya meyakinkan pasar tentang prospek jangka panjang inflasi AS. Powell menekankan bahwa ekspektasi inflasi jangka panjang tetap stabil, membantu meredakan kekhawatiran atas potensi lonjakan inflasi. Komentarnya telah memberikan rasa stabilitas, meskipun pasar terus memantau data inflasi dengan cermat seiring perkembangan perang dan kondisi ekonomi.

Ke depan, dolar AS kemungkinan akan mempertahankan kekuatannya saat ini karena para pedagang tetap berhati-hati dalam menghadapi ketidakpastian geopolitik global. Konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah, dikombinasikan dengan tekanan inflasi, kemungkinan akan terus memengaruhi pasar mata uang. Jika ketegangan mereda dan perang dengan Iran berakhir seperti yang diprediksi Presiden Trump, dolar AS dapat mengalami volatilitas jangka pendek. Namun, kekhawatiran atas inflasi dan keputusan kebijakan The Fed diperkirakan akan menjaga dolar AS tetap stabil dalam jangka panjang, dengan pelaku pasar mengamati dengan cermat setiap perubahan kebijakan Federal Reserve atau perkembangan lebih lanjut di Timur Tengah. (asd)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

US DOLLAR

Dollar Sedikit Melemah Setelah Pulih

Dolar memangkas kenaikan hari Senin (12/05), dengan para pedagang tidak yakin bahwa lonjakannya baru-baru ini di balik mereda...

13 May 2025 15:52
US DOLLAR

Dolar Nunggu Sinyal The Fed

Indeks dolar (DXY) bergerak stabil di atas 98 pada Rabu, tapi masih bertahan dekat level terendah dalam lebih dari dua bulan....

17 December 2025 09:14
US DOLLAR

Dolar AS Tutup Tahun Terbaik Sejak 2015 dengan Bias Bullish

Dolar membukukan penurunan moderat pada hari terakhir tahun ini, yang terbaik dalam hampir satu dekade, karena opsi jangka pa...

31 December 2024 17:05
US DOLLAR

Dolar Terus Turun

Indeks dolar jatuh ke 100,3 pada hari Rabu (14/5), semakin merosot dari level tertinggi satu bulan yang dicapai pada hari Sen...

14 May 2025 17:16
BIAS23.com NM23 Ai