• Wed, Apr 1, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

1 April 2026 11:31  |

GBP/USD Naik Saat Ketegangan di Timur Tengah Melunak

Pound Sterling menguat tipis terhadap dolar AS pada perdagangan terbaru, dipicu oleh meningkatnya harapan akan meredanya ketegangan perang di Timur Tengah. Pernyataan dari pejabat AS yang menyiratkan kemungkinan akhirnya operasi militer terhadap Iran dalam beberapa minggu membuat pasar mulai mengurangi permintaan pada safe haven seperti dolar, sehingga memberikan ruang bagi GBP/USD untuk menguat. Sementara itu, komentar terbaru dari pihak Iran yang menolak gencatan senjata tetap menciptakan suasana hati-hati di pasar.

Sentimen pasar global juga mulai bergeser ke arah yang lebih positif. Saham-saham Asia menunjukkan reli, dengan indeks utama seperti Nikkei dan Kospi mencatatkan kenaikan signifikan karena ekspektasi konflik mereda. Pound mendapat dukungan dari arus modal menuju aset berisiko ini, terutama mengingat data ekonomi Inggris yang relatif stabil dan dukungan terhadap prospek pertumbuhan ekonomi Eropa pada umumnya.

Namun, meskipun sterling memperlihatkan penguatan, pasar tetap waspada terhadap potensi lonjakan kembali risiko geopolitik. Kenaikan Pound saat ini masih bersifat moderat karena ketidakpastian masih ada, terutama ketika masih belum jelas bagaimana jalannya negosiasi antara AS dan Iran serta respons negara-negara Eropa.

Ke depan, pergerakan Pound akan terus dipengaruhi oleh perkembangan konflik global, kebijakan moneter Bank of England (BoE), dan perbandingan arah suku bunga antara Inggris dan AS. Investor tetap memantau setiap rilis data dan pernyataan resmi yang bisa menjadi petunjuk arah pasar mata uang global.

 Penyebab Pound Menguat

Meredanya Sentimen Geopolitik

Harapan pasar bahwa konflik di Timur Tengah bisa mereda dalam waktu dekat membuat permintaan terhadap dolar AS turun. Ketika safe haven kurang diminati, asset yang lebih berisiko seperti Pound Sterling cenderung menguat.

Aliran Modal ke Aset Berisiko

Reli di pasar saham global, terutama setelah komentar yang menunjukkan potensi de-eskalasi, mendorong investor untuk masuk ke aset berisiko → meningkatkan permintaan mata uang seperti GBP dibanding dolar.

 Hal yang Perlu Diperhatikan

Perkembangan Konflik di Timur Tengah

Walau ada harapan damai, ketegangan bisa kembali memanas kapan saja. Lonjakan risiko geopolitik akan membuat safe haven kembali menarik dan menekan Pound.

Kebijakan Moneter Bank Sentral Inggris dan AS

Arah suku bunga Bank of England (BoE) dibanding The Federal Reserve (Fed) akan sangat memengaruhi pasangan GBP/USD. Skenario hawkish vs dovish bisa mengubah arah pasar secara cepat.(CP)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

GBP/USD

GBP/USD Melanjutkan Kenaikannya Seiring Pemulihan Pound

GBP/USD melanjutkan kenaikan hari kedua berturut-turutnya, mengawali minggu perdagangan baru dengan kenaikan tujuh persepuluh...

7 January 2025 07:12
GBP/USD

GBP/USD Melanjutkan Penurunan Karena Perdagangan Safe Haven ...

GBP/USD merosot lagi pada hari Senin , memperpanjang Cable ke hari perdagangan kedua berturut-turut yang mengalami penurunan ...

8 April 2025 07:20
GBP/USD

GBP/USD Temui Dukungan Kunci di 1.35 Meski Perdagangan Akhir...

Pasangan mata uang GBP/USD menemukan dukungan teknis pada level 1.3500 pada hari Senin, meskipun volume perdagangan menjelang...

30 December 2025 07:38
GBP/USD

GBP/USD Datar, Pasar Tunggu Pemicu Baru

GBP/USD bergerak mendatar di sekitar 1,3500 pada hari Senin karena pelaku pasar masih mencerna kesimpulan Mahkamah Agung AS s...

24 February 2026 07:08
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai