EUR/USD Menguat setelah Pernyataan Trump
EUR/USD kembali menunjukkan kekuatan pada 1 April 2026, menguat di atas 1,1550, setelah Presiden AS Donald Trump mengungkapkan harapan bahwa konflik dengan Iran bisa segera mereda dalam dua hingga tiga minggu. Pernyataan ini menurunkan permintaan terhadap dolar AS, yang sebelumnya menjadi safe haven utama, seiring dengan berkurangnya ketegangan geopolitik. Meskipun Iran menolak gencatan senjata, harapan pasar bahwa eskalasi militer akan berkurang mendorong kenaikan euro terhadap dolar.
Penguatan euro juga dipicu oleh faktor internal di zona euro, di mana sentimen pasar terhadap kebijakan ECB mulai membaik. Data manufaktur zona euro yang menunjukkan angka positif, ditambah dengan komentar beberapa pejabat ECB yang mengisyaratkan kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut, menambah optimisme terhadap euro. EUR/USD bergerak lebih tinggi, diuntungkan dari kedua faktor tersebut.
Namun, meskipun ada optimisme terkait kebijakan ECB dan meredanya ketegangan global, pasar tetap memperhatikan kebijakan moneter Federal Reserve dan keputusan selanjutnya dari Iran yang bisa kembali mempengaruhi dolar.
Penyebab Kenaikan EUR/USD:
Komentar dari Presiden Trump yang menyatakan kemungkinan akhir perang dalam dua hingga tiga minggu mengurangi kekhawatiran pasar dan menurunkan permintaan terhadap dolar AS sebagai aset aman. Hal ini memberikan ruang bagi euro untuk menguat.
Kebijakan ECB dan Optimisme Zona Euro:
Sinyal hawkish dari ECB, dengan kemungkinan kenaikan suku bunga untuk menanggapi inflasi, memperkuat prospek euro. Data manufaktur yang positif menambah optimisme pasar terhadap ekonomi zona euro, mendorong kenaikan EUR/USD.
Hal yang Perlu Diperhatikan:
Ketegangan geopolitik tetap menjadi faktor utama yang bisa mempengaruhi EUR/USD. Jika ketegangan kembali meningkat atau terjadi eskalasi, permintaan terhadap dolar AS sebagai safe haven bisa kembali menguat, menekan euro.
Kebijakan Suku Bunga Federal Reserve vs ECB:
Perbedaan kebijakan moneter antara Fed dan ECB menjadi kunci dalam pergerakan EUR/USD. Jika Fed mempertahankan suku bunga lebih tinggi sementara ECB melanjutkan kebijakan kenaikan bertahap, euro bisa terus menguat terhadap dolar. Namun, perubahan kebijakan di salah satu bank sentral dapat menyebabkan volatilitas besar.(CP)
Sumber: Newsmaker.id