• Tue, Mar 10, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

9 March 2026 13:47  |

Dolar Menguat, Minyak di Atas US$100 Dorong Arus Safe Haven

Dolar AS menguat terhadap sebagian besar mata uang utama pada Senin (9/3) seiring perang di Timur Tengah yang semakin intensif mendorong harga minyak melampaui US$100 per barel dan meningkatkan permintaan terhadap mata uang AS sebagai aset aman.

Indeks Spot Dolar Bloomberg naik hingga 0,7% setelah menguat 1,3% pekan lalu. Kenaikan sempat berkurang setelah Financial Times melaporkan para menteri keuangan G7 akan membahas kemungkinan pelepasan minyak bersama dari cadangan strategis untuk menahan lonjakan biaya energi.

Di kelompok G10, krona Swedia memimpin pelemahan, disusul pound dan krone Norwegia. Di pasar negara berkembang, rand Afrika Selatan mencatat penurunan terbesar di antara mata uang utama emerging markets.

Penguatan dolar ditopang kombinasi sentimen risk-off dan perubahan ekspektasi suku bunga, setelah lonjakan minyak memicu kekhawatiran inflasi global. Pasar menilai peluang pemangkasan suku bunga Federal Reserve berkurang, sementara dolar juga diuntungkan oleh posisi AS sebagai produsen minyak terbesar di dunia.

Pergerakan aset safe haven lain tidak seragam: obligasi pemerintah, yen, franc Swiss, dan emas berada di bawah tekanan, sementara dolar justru menguat. Yen kembali melemah 0,4% dan diperdagangkan mendekati level yang berpotensi memicu spekulasi intervensi, dengan perhatian pasar tertuju pada area mendekati 160.

Dari sisi posisi pasar, data menunjukkan ruang penguatan dolar masih terbuka. Hedge fund tercatat menjadi yang paling “tidak bearish” terhadap dolar sejak Januari, dengan posisi bearish sekitar US$12,3 miliar untuk pekan hingga 3 Maret, turun dari US$18,9 miliar pada pekan sebelumnya. Di pasar suku bunga, investor menunda perkiraan pemangkasan suku bunga The Fed seperempat poin penuh hingga September, dibandingkan Juli sebelum perang meletus, dan sebagian pedagang opsi obligasi bahkan bertaruh The Fed tidak memangkas suku bunga tahun ini.(alg)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

US DOLLAR

Dollar Sedikit Melemah Setelah Pulih

Dolar memangkas kenaikan hari Senin (12/05), dengan para pedagang tidak yakin bahwa lonjakannya baru-baru ini di balik mereda...

13 May 2025 15:52
US DOLLAR

Dolar Nunggu Sinyal The Fed

Indeks dolar (DXY) bergerak stabil di atas 98 pada Rabu, tapi masih bertahan dekat level terendah dalam lebih dari dua bulan....

17 December 2025 09:14
US DOLLAR

Dolar AS Tutup Tahun Terbaik Sejak 2015 dengan Bias Bullish

Dolar membukukan penurunan moderat pada hari terakhir tahun ini, yang terbaik dalam hampir satu dekade, karena opsi jangka pa...

31 December 2024 17:05
US DOLLAR

Dolar Terus Turun

Indeks dolar jatuh ke 100,3 pada hari Rabu (14/5), semakin merosot dari level tertinggi satu bulan yang dicapai pada hari Sen...

14 May 2025 17:16
BIAS23.com NM23 Ai