Dolar Tetap Stabil, CPI Jadi Ujian Berikutnya
Indeks dolar AS cenderung stabil pada hari Kamis (12/2) setelah sesi sebelumnya sempat bergejolak, karena pelaku pasar menimbang sinyal “tenaga” dari data tenaga kerja AS yang bikin peluang pemangkasan suku bunga The Fed dalam waktu dekat jadi makin kecil. Pergerakan terbaru menunjukkan DXY di sekitar 96,91, naik sekitar +0,08% pada hari ini—masih dekat area 97 yang jadi patokan psikologis trader.
Penopangnya datang dari laporan ketenagakerjaan yang solid: payroll Januari tercatat bertambah 130.000 dan tingkat pengangguran turun ke 4,3%, yang mengesankan pasar tenaga kerja mulai “stabil” memasuki awal 2026. Meski begitu, sinyal campuran muncul dari sisi klaim pengangguran—initial jobless claims 227.000, sedikit lebih tinggi dari perkiraan 222.000—jadi pasar belum sepenuhnya one-way bullish untuk dolar.
Fokus berikutnya ada di rilis CPI Januari (Jumat), karena angka inflasi ini yang biasanya paling cepat mengubah arah ekspektasi suku bunga. Saat ini pasar masih luas memperkirakan The Fed menahan pada pertemuan Maret, sementara timing cut pertama cenderung bergeser ke pertengahan tahun (banyak pricing mengarah ke sekitar Juli ketimbang lebih cepat).
Di pasar valas, dolar juga kebantu dari pelemahan yen setelah sebelumnya menguat beberapa sesi akibat “intervensi verbal” otoritas Jepang. Jadi, untuk sementara, narasinya simpel: data kerja bikin dolar nggak gampang turun, tapi CPI yang akan menentukan apakah stabil ini lanjut—atau volatilitas balik lagi. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id