Dolar Rebound Usai Trump Tarik Ancaman Tarif
Dolar AS menguat pada Rabu (21/1) setelah Presiden Donald Trump menarik kembali ancaman tarif terhadap sejumlah negara Eropa yang sebelumnya ia kaitkan dengan isu Greenland. Trump mengklaim sudah ada “kerangka” kesepakatan masa depan bersama NATO soal Greenland/Arktik, sehingga tarif yang sempat direncanakan tidak jadi dijalankan.
Reaksi pasar langsung terasa membuat EUR/USD turun ke area 1,17 (sekitar 1,1697), setelah sempat menguat dalam dua sesi sebelumnya. Sementara mata uang safe-haven ikut melemah: USD/CHF naik ke sekitar 0,796 (artinya franc melemah).
Ketenangan ini muncul karena Trump juga menegaskan ia tidak akan memakai kekuatan militer untuk Greenland. Komentar itu meredakan ketakutan pasar yang sempat memicu aksi jual aset AS (dolar dan saham) saat ancaman tarif dan retorika Trump memanas di awal pekan.
Meski Trump menahan tarif, Eropa belum melepas kewaspadaan. Tekanan politik dan dagang masih terasa: parlemen/pejabat Uni Eropa dilaporkan mengambil langkah penundaan/pengetatan sikap soal agenda dagang dengan AS, dan pembahasan respons Eropa tetap berjalan.
Di Asia, fokus pasar mengarah ke yen. USD/JPY bertahan tinggi di sekitar 158,3, di tengah kekhawatiran fiskal Jepang jelang pemilu kilat 8 Februari yang dikhawatirkan memperlebar belanja dan mengguncang pasar obligasi.
Intinya: dolar dapat “tenaga” dari meredanya skenario terburuk Greenland. Tapi selama isu tarif bisa berubah cepat, dan Jepang masih bikin pasar obligasi deg-degan, volatilitas di FX belum benar-benar selesai. (Arl)
Sumber: Newsmaker.id