Tarif Ditahan, Emas Pangkas Kenaikan
Reli emas yang sempat nembus rekor baru pada hari Rabu (21/1) akhirnya melambat setelah Presiden AS Donald Trump memberi sinyal lebih tenang soal perang tarif terkait Greenland. Trump bilang ia menahan diri untuk tidak menjatuhkan tarif ke negara-negara Eropa yang menolak rencananya, sambil mengklaim sudah ada “kerangka kesepakatan” untuk pembahasan Greenland dan kawasan Arktik.
Pasar langsung merespons: dolar sempat menguat tipis, dan emas yang tadi pagi sempat menyentuh area puncak harian $4.888 mulai terkoreksi. Secara update terakhir, harga emas spot bergerak di sekitar $4.809/oz atau naik sekitar 0,9%.
Yang paling terpukul justru perak. Setelah sempat euforia di puncak, perak berbalik turun dan kini berada di kisaran $92,06/oz atau turun sekitar 2,7%.
Trump juga menyebut akan ada pembahasan lanjutan soal sistem pertahanan rudal “Golden Dome”—dan ia menekankan Greenland dianggap krusial dalam konteks keamanan. Untuk negosiasi, Trump menunjuk JD Vance, Marco Rubio, dan Steve Witkoff sebagai tim utama.
Di sisi lain, isu independensi bank sentral ikut bikin investor lebih “adem”. Mahkamah Agung AS memberi sinyal skeptis terhadap upaya Trump memecat Gubernur The Fed Lisa Cook, karena dikhawatirkan bisa mengganggu independensi The Fed dan memicu guncangan pasar.
Sementara itu, logam industri masih panas: tembaga LME 3-bulan terakhir tercatat sekitar $12.761,5/ton. Dan indeks dolar Bloomberg (BBDXY) terpantau di sekitar 1.202,88 pada sesi yang sama, menandakan dolar belum benar-benar pulih kuat. (Arl)
Sumber: Newsmaker.id