Emas Tembus $4.800, Investor Lari ke Aset Aman
Harga emas melonjak ke rekor tertinggi di atas $4.800 per ons pada Rabu(21/1), karena investor beralih ke logam mulia sebagai aset aman. Emas spot naik 2,6% menjadi $4.885,11 per ons, setelah sebelumnya sempat menembus $4.888,07. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari juga naik 2,6% menjadi $4.888,20 per ons. Lonjakan ini terjadi setelah aksi jual besar-besaran aset AS di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan NATO terkait Greenland.
Analis pasar Kyle Rodda mengatakan, kenaikan emas mencerminkan kekhawatiran investor terhadap ketegangan geopolitik global dan menurunnya kepercayaan terhadap AS. "Langkah-langkah Trump untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa dan tekanan terkait Greenland membuat investor mencari perlindungan di emas," ujarnya.
Pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menegaskan "tidak ada jalan mundur" terkait Greenland dan kritik Presiden Prancis Emmanuel Macron terhadap ancaman tarif AS semakin memicu ketidakpastian pasar. Investor melihat ketegangan ini sebagai risiko yang membuat mereka menghindari aset berisiko, sehingga harga emas terus naik.
Selain faktor geopolitik, pelemahan dolar AS turut mendukung kenaikan emas. Indeks dolar turun ke level terendah hampir satu bulan, membuat emas yang dihargai dalam dolar lebih murah bagi pembeli luar negeri. Para analis juga menilai kombinasi utang global yang meningkat dan ketidakpastian ekonomi memperkuat permintaan emas sebagai aset aman.
Sementara itu, logam mulia lain bergerak bervariasi. Perak spot turun 0,5% menjadi $95,03 per ons setelah sebelumnya menyentuh rekor $95,87, platinum turun 0,5% menjadi $2.473,80 per ons, sedangkan paladium naik tipis 0,1% menjadi $1.881,57 per ons. Meskipun beberapa logam melemah, tren penguatan emas tetap dominan di tengah gejolak pasar global. (az)
Sumber: Newsmaker.id