Dolar Terseret Drama Tarif Trump
Dolar AS melemah tajam pada Selasa (20/1), terseret sentimen “Sell America” setelah ketegangan AS–Eropa soal Greenland kembali memanas. Investor terlihat mengurangi eksposur ke aset AS, karena khawatir ancaman tarif dan retaliasi bakal memperpanjang ketidakpastian pasar.
Di pasar mata uang, indeks dolar turun sekitar 0,6% ke 98,461 (hari kedua melemah), sementara euro naik ke $1,1734 dan poundsterling menguat ke $1,346. Kenaikan euro dan pound terjadi saat arus dana keluar dari dolar, meski data Inggris masih menunjukkan pasar tenaga kerja yang belum benar-benar pulih.
Yen sempat tertekan semalam karena gejolak obligasi Jepang, tapi mulai membaik saat sesi Eropa berjalan—mendorong USD/JPY turun ke 157,68. Pasar Jepang lagi sensitif setelah PM Sanae Takaichi mengumumkan pemilu cepat 8 Februari dan membawa agenda pelonggaran fiskal, yang bikin investor obligasi khawatir soal kondisi keuangan negara.
Sementara itu, arus “cari aman” juga mendorong franc Swiss menguat, membuat USD/CHF turun ke 0,7885. Terhadap yuan offshore, dolar relatif stabil di 6,952, setelah PBOC menahan Loan Prime Rate untuk bulan kedelapan berturut-turut. Di sisi lain, mata uang komoditas ikut bersinar: AUD naik ke $0,675 dan NZD ke $0,584. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id