Greenback Mode ‘Siaga’—Jobless Claims Bisa Jadi Pemicu
Dolar AS bergerak cenderung stabil–menguat tipis pada hari Kamis (15/1) di tengah perubahan cepat sentimen global. Meredanya kekhawatiran eskalasi AS–Iran bikin pasar mengurangi mode “panic hedging”, sementara data ekonomi AS yang masih solid membuat dolar tetap punya bantalan dari sisi yield & ekspektasi suku bunga.
DXY (Dollar Index): 99,17–99,19
EUR/USD: 1,163
USD/JPY: 158,6
GBP/USD: 1,344
Sentimen geopolitik agak reda → risk mood membaik
Komentar Trump yang terkesan menenangkan situasi Iran membuat pasar mengurangi skenario eskalasi cepat. Dampaknya, permintaan safe haven yang ekstrem mereda—namun dolar tidak langsung jatuh karena faktor suku bunga masih mendukung.
“Fed independence noise” masih ada, tapi pasar lihat dampaknya terbatas
Isu seputar tekanan politik ke The Fed tetap jadi headline, namun untuk saat ini dolar tetap ditopang diferensial suku bunga AS vs negara maju lain.
Data AS masih cukup kuat → ekspektasi Fed tahan suku bunga
Serangkaian data terakhir yang relatif kokoh bikin pasar lebih hati-hati untuk pricing pemangkasan cepat, sehingga USD tidak kehilangan pegangan.
Fokus utama hari ini: Initial Jobless Claims dan Philly Fed. Konsensus jobless claims ada di sekitar 215K (vs sebelumnya 208K). Kalau hasilnya lebih tinggi dari ekspektasi, USD bisa melemah karena pasar baca tenaga kerja mulai longgar → peluang Fed lebih dovish. Kalau lebih rendah, USD berpotensi menguat. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id