Dolar AS Turun Pelan Pasca Data Tenaga Kerja AS Mengejutkan
Dolar AS melemah terhadap mayoritas mata uang utama pada Selasa (16/12), meski data ekonomi yang sempat tertunda menunjukkan pertumbuhan pekerjaan AS lebih kuat dari perkiraan.
Data ini bikin pasar mikir The Fed bisa lebih hati-hati untuk lanjut memangkas suku bunga dalam waktu dekat, tapi respons market tetap “dingin” karena hasilnya dianggap bervariasi.
Laporan ketenagakerjaan menunjukkan ekonomi AS menambah 64.000 pekerjaan pada November, lebih tinggi dari perkiraan survei Reuters. Ini terjadi setelah Oktober tercatat turun 105.000 pekerjaan. Data tersebut baru rilis karena sebelumnya tertunda akibat shutdown pemerintah AS selama 43 hari.
Meski headline job growth membaik, pasar juga melihat sisi lain: tingkat pengangguran naik dari 4,4% ke 4,6%.
Analis menilai ini bisa bikin The Fed lebih waspada. Di pasar futures, peluang The Fed menahan suku bunga pada rapat 28 Januari naik ke sekitar 75,6% (dari hampir 70% sepekan lalu).
Indeks dolar (DXY) turun tipis ke sekitar 98,15 dan mencatat potensi penurunan dua sesi beruntun. Sejumlah analis menilai laporan ini belum mengubah “cerita besar”, apalagi BLS juga memberi catatan bahwa data terbaru ini lebih tidak andal dari biasanya. Kesimpulannya: angkanya terlihat oke, tapi “hasilnya” belum cukup meyakinkan.
Pekan ini fokus pasar juga terbagi ke keputusan bank sentral: ECB diperkirakan tahan suku bunga, BoE berpotensi ketat (bahkan bisa mengarah ke pemangkasan), dan BoJ diperkirakan naik suku bunga. Euro bertahan kuat, pound menguat menjelang keputusan BoE, sementara dolar turun terhadap yen jelang rapat BoJ.
Di kripto, pasar agak pulih: Bitcoin naik ke sekitar $87.629, berpeluang memutus tren turun beberapa hari, sementara Ether relatif stabil di sekitar $2.947.(yds)
Sumber: FXstreet.com