Dolar “Loyo” Jelang Data Jobs Tertunda AS, Yen Makin Menggigit
Dolar AS melemah di awal sesi Asia Selasa, turun mendekati level terendah dua bulan karena pasar menunggu rilis setumpuk data ekonomi—terutama laporan tenaga kerja AS bulan November yang sempat tertunda. Indeks dolar turun 0,2% ke 98,261, mendekati level terendah sejak 17 Oktober, sementara data ketenagakerjaan Oktober–November baru keluar setelah terdampak penundaan selama shutdown pemerintah AS.
Analis HSBC bilang data ini penting buat “menutup cerita” soal kondisi tenaga kerja saat shutdown terjadi. Pasar juga masih menakar arah suku bunga The Fed: kontrak Fed funds memperkirakan peluang 75,6% suku bunga ditahan pada rapat 28 Januari. Minggu ini makin panas karena banyak bank sentral rapat—BoJ diperkirakan naikkan suku bunga 25 bps ke 0,75%, sedangkan BoE diprediksi memangkas 25 bps ke 3,75%, sementara ECB dan beberapa bank sentral Eropa lain diperkirakan tahan suku bunga.
Terhadap yen, dolar turun tipis ke 155,07, jelang keputusan BoJ hari Jumat. Euro stabil di $1,17535 terbantu kabar kemajuan pembicaraan damai Ukraina, sementara poundsterling datar di $1,3376. Dolar juga berada di level lemah terhadap yuan offshore di 7,0371, dan mata uang Antipodean menguat tipis. Di kripto, pergerakan cenderung adem: Bitcoin naik 0,2% ke $86.420 dan Ether naik 0,6% ke $2.963. (asd)
Sumber: Newsmaker.id