• Fri, Jan 16, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

27 November 2025 12:46  |

Dolar Global Goyang, Pasar Sudah Melirik 2026

Dolar AS bergerak melemah menjelang libur Thanksgiving dan tengah menuju penurunan mingguan terbesar dalam setidaknya empat bulan. Pasar mulai memproyeksikan gambaran hingga tahun 2026, dengan asumsi bahwa siklus pemangkasan suku bunga global mulai mendekati akhir, sementara AS justru masih diperkirakan akan melanjutkan pelonggaran. Indeks dolar AS kini turun sekitar 1% dari puncak enam bulan yang tercapai pekan lalu, seiring pelaku pasar memindahkan fokus ke arah kebijakan moneter ke depan, bukan lagi level suku bunga saat ini.

Di sisi lain, sejumlah bank sentral utama mulai menggeser nada menjadi lebih hawkish. Bank Sentral Korea Selatan mengurangi bias pelonggaran sehingga mendorong penurunan harga obligasi. Dari Jepang, mantan anggota dewan BoJ Asahi Noguchi kembali menggaungkan wacana kenaikan suku bunga bertahap, menyambung sinyal serupa dari pembuat kebijakan BoJ lainnya. Sementara itu, Bank Sentral Selandia Baru pada pertemuan terbarunya secara efektif mengakhiri siklus pemangkasan, dan dolar Selandia Baru (kiwi) telah menguat hampir 2% sejak keputusan tersebut.

Pasar kini memperkirakan penurunan suku bunga AS sekitar 90 basis poin hingga akhir 2026, dibandingkan proyeksi kenaikan sekitar 75 basis poin di Jepang dan 40 basis poin di Selandia Baru. Meskipun level suku bunga kedua negara tersebut masih jauh di bawah AS, pasar valas bersifat forward-looking: arah kebijakan menjadi kunci pergerakan kurs karena investor berburu imbal hasil terbaik. Di Australia, ekspektasi inflasi yang lebih panas mendorong imbal hasil obligasi 3 dan 10 tahun ke level tertinggi di antara negara G10, namun dolar Australia masih bergerak di kisaran yang sama dalam 18 bulan terakhir, menunggu pemicu baru—termasuk kemungkinan pergerakan tajam yuan Tiongkok.

Dari Eropa, pasar menanti rilis data kepercayaan konsumen zona euro dan risalah rapat ECB yang bisa memberi petunjuk tambahan arah suku bunga di kawasan tersebut. Di sisi geopolitik, pelaku komoditas memantau perkembangan pembahasan kesepakatan damai Ukraina, setelah Rusia menepis kemungkinan konsesi besar pasca bocornya percakapan antara ajudan senior Kremlin dan utusan AS Steve Witkoff. Dengan pasar saham dan obligasi AS tutup pada Kamis dan hanya buka setengah hari pada Jumat, pergerakan di sesi akhir pekan ini diperkirakan berlangsung tipis, namun tetap sarat sinyal untuk arah dolar di minggu-minggu ke depan.(asd)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

US DOLLAR

Dollar Sedikit Melemah Setelah Pulih

Dolar memangkas kenaikan hari Senin (12/05), dengan para pedagang tidak yakin bahwa lonjakannya baru-baru ini di balik mereda...

13 May 2025 15:52
US DOLLAR

Dolar AS Tutup Tahun Terbaik Sejak 2015 dengan Bias Bullish

Dolar membukukan penurunan moderat pada hari terakhir tahun ini, yang terbaik dalam hampir satu dekade, karena opsi jangka pa...

31 December 2024 17:05
US DOLLAR

Dolar Terus Turun

Indeks dolar jatuh ke 100,3 pada hari Rabu (14/5), semakin merosot dari level tertinggi satu bulan yang dicapai pada hari Sen...

14 May 2025 17:16
US DOLLAR

Dolar Mengakhiri Penurunan Tiga Hari Jelang Data Penggajian ...

Dolar menguat setelah tiga hari melemah karena para pedagang menunggu data pekerjaan AS untuk mengukur prospek pelonggaran ke...

7 February 2025 13:14
BIAS23.com NM23 Ai