GBP/USD Melemah, Jelang Data Inflasi AS
Poundsterling melemah dan GBP/USD bergerak turun ke sekitar 1,3590 pada sesi Asia Selasa (12/05), bertahan di bawah 1,3600. Pelemahan terjadi saat pasar menimbang kombinasi agenda data AS dan meningkatnya ketidakpastian geopolitik, yang cenderung menguntungkan dolar.
Fokus utama hari ini adalah rilis inflasi konsumen AS (CPI) April. Konsensus yang disebut pasar mengarah pada CPI headline 3,7% yoy (dari 3,3% Maret) dan core CPI 2,7% yoy (dari 2,6%), dengan risiko pembacaan yang lebih panas berpotensi memperkuat narasi suku bunga tinggi lebih lama.
Di sisi geopolitik, ketegangan AS–Iran kembali menonjol setelah Presiden AS Donald Trump dikabarkan semakin frustrasi dengan jalannya pembicaraan. Sejumlah laporan menyebut Trump mempertimbangkan opsi melanjutkan operasi tempur besar, sementara Iran menegaskan kesiapan untuk merespons serangan lanjutan, menjaga permintaan dolar sebagai aset safe haven tetap aktif.
Tekanan tambahan pada pound datang dari faktor domestik. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menghadapi meningkatnya desakan terkait arah kepemimpinan setelah hasil pemilu di berbagai wilayah memukul Partai Buruh, sementara kenaikan imbal hasil gilt turut menambah “noise” di pasar lokal.
Dengan dua sumber risiko berjalan bersamaan, arah GBP/USD berpotensi lebih sensitif pada kejutan data CPI dan dinamika sentimen risiko global. Pasar akan memantau angka inflasi AS, perkembangan terbaru AS–Iran, serta stabilitas politik Inggris dan pergerakan yield gilt sebagai penentu berikutnya. (asd)