Pound Melemah Pasar Tunggu The Fed dan BoE
Pound sterling melemah terhadap dolar AS pada sesi Asia awal Selasa, dengan GBP/USD bergerak turun ke sekitar 1,3525. Pelaku pasar cenderung menahan posisi menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve dan Bank of England pekan ini, sehingga pergerakan pasangan mata uang terbatas namun biasnya negatif.
The Fed secara luas diperkirakan mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50%–3,75% pada rapat Rabu, setelah berada di level tersebut sejak Januari. Sejumlah analis mencatat pasar mulai me-reprice kebijakan Fed ke arah lebih hawkish, dipengaruhi kekhawatiran inflasi yang kembali dipicu harga energi. Fokus utama pasar akan tertuju pada konferensi pers Jerome Powell, karena nada yang lebih hawkish berpotensi menopang dolar dan menekan GBP/USD.
Di Inggris, Bank of England juga diperkirakan menahan suku bunga pada Kamis, namun pasar akan mencermati apakah ada sinyal pergeseran ke arah pengetatan lebih lanjut. Kenaikan harga energi dinilai menjadi risiko penting bagi Inggris, mengingat ketergantungan negara tersebut pada gas alam, sehingga shock energi berpotensi lebih cepat menekan inflasi dan aktivitas.
Oxford Economics memperkirakan suku bunga acuan Inggris akan tetap ditahan hingga akhir tahun, dengan bank sentral baru memiliki gambaran lebih jelas tentang dampak shock energi terhadap ekonomi menjelang pertemuan akhir Juli. Kerangka ini membuat respons BoE sangat bergantung pada bagaimana inflasi energi diteruskan ke biaya dan permintaan domestik dalam beberapa bulan ke depan.
Untuk jangka pendek, arah GBP/USD diperkirakan tetap sensitif terhadap kombinasi ekspektasi kebijakan Fed dan BoE. Sinyal hawkish dari The Fed cenderung memperkuat dolar dan menahan kenaikan GBP/USD, sementara perubahan nada BoE terkait risiko inflasi energi akan menentukan apakah pound mendapat dukungan tambahan atau tetap tertinggal.(Asd)
Sumber: Newsmaker.id