Fed & Hormuz Jadi Katalis, Emas Bergerak Hati-Hati
Harga emas melemah pada Senin (27/4) ketika investor bersikap hati-hati menyusul kemunduran diplomasi AS–Iran di akhir pekan dan menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve pada pekan ini. Pada 15:45 ET, spot gold turun 0,6% ke US$4.681,39/oz, sementara gold futures turun 1% ke US$4.694,61/oz, dengan pasar mulai menahan posisi besar menunggu arah kebijakan bank sentral.
Fokus utama pekan ini tertuju pada rapat The Fed yang berakhir Rabu. Pasar luas memperkirakan suku bunga ditahan, namun perhatian akan tertuju pada bagaimana Fed menilai prospek ekonomi setelah guncangan energi terkait perang Iran. Rapat ini juga diperkirakan menjadi yang terakhir bagi Ketua The Fed Jerome Powell sebelum masa jabatannya berakhir 15 Mei. Calon pengganti Powell, Kevin Warsh, pekan lalu menegaskan tidak memberi komitmen untuk memangkas suku bunga—membuat narasi “lower rates” yang biasanya mendukung emas masih belum pasti.
Di sisi geopolitik, rencana pembicaraan lanjutan AS–Iran di Pakistan gagal terlaksana setelah pejabat Iran meninggalkan Pakistan dan Washington membatalkan pengiriman delegasi. Meski begitu, pasar menimbang laporan bahwa Iran menyodorkan proposal baru, termasuk tawaran untuk melonggarkan penutupan efektif Selat Hormuz tanpa menyentuh isu nuklir—yang menurut banyak pihak tetap menjadi inti sengketa. Trump disebut membahas kebuntuan tersebut bersama tim keamanan nasionalnya, dan Gedung Putih mengonfirmasi proposal Iran telah didiskusikan. Dengan blokade laut AS atas pelabuhan Iran dan penutupan Hormuz masih berlangsung, risiko inflasi energi tetap tinggi—menahan minat pada emas di tengah ekspektasi suku bunga ketat lebih lama. (Arl)*
Sumber: Newsmaker.id