GBP/USD Melemah, Dolar AS Menguat di Tengah Risk-Off Geopolitik
Pound sterling melemah pada Senin, (13/04) dengan GBP/USD bergerak di kisaran 1,3414. Pelemahan sekitar 0,34% dari sesi sebelumnya menandakan sterling masih bertahan di area 1,34, tetapi berada dalam tekanan saat awal pekan.
Tekanan utama datang dari penguatan dolar AS yang kembali diburu sebagai aset safe haven. Sentimen risk-off memburuk setelah pembicaraan damai AS–Iran gagal menghasilkan kemajuan dan Amerika Serikat mengumumkan blokade terhadap pelabuhan Iran, membuat euro dan pound sama-sama terdepresiasi terhadap greenback.
Dalam perdagangan tipis pada reaksi awal, sterling sempat turun lebih dalam, mencerminkan sensitivitas pound terhadap perubahan mood risiko global. Saat volatilitas headline naik, investor cenderung mengurangi eksposur pada aset berisiko dan mengalihkan dana ke dolar, sehingga ruang pemulihan GBP/USD menjadi terbatas.
Sterling juga dibayangi kekhawatiran dampak energi, setelah harga minyak kembali melonjak di atas US$100 per barel. Meski Inggris dinilai tidak setergantung zona euro dari sisi impor energi, lonjakan biaya energi tetap berpotensi menjaga tekanan inflasi bertahan lebih lama dan membuat prospek pelonggaran kebijakan moneter menjadi lebih rumit.
Meski melemah pagi ini, posisi GBP/USD belum menunjukkan perubahan tren besar secara langsung. Pergerakan di area 1,34 lebih mencerminkan tekanan jangka pendek akibat dominasi dolar dan kombinasi risiko geopolitik serta energi, dengan arah selanjutnya akan sangat ditentukan oleh perkembangan di Timur Tengah, pergerakan minyak, dan kekuatan dolar secara luas. (asd)
Sumber: Newsmaker.id