Trump Prediksi Perang Iran Akan Tamat, Emas Tahan Kenaikan
Harga emas terus memperpanjang kenaikan selama tiga hari berturut-turut setelah Presiden AS, Donald Trump, menyatakan bahwa ia memprediksi perang dengan Iran akan berakhir dalam dua hingga tiga minggu. Pada perdagangan awal hari Rabu (1/4), emas diperdagangkan mendekati $4,680 per ons, setelah mengalami lonjakan 3,5% pada sesi sebelumnya.
Trump mengungkapkan bahwa AS telah mencapai sebagian besar tujuan militernya dan akan menyerahkan penyelesaian masalah Selat Hormuz kepada negara-negara lain. Sementara itu, media Iran mengutip Presiden Masoud Pezeshkian yang menyatakan bahwa Republik Islam siap mengakhiri perang jika tuntutannya dipenuhi.
Meski mencatatkan rebound dalam beberapa hari terakhir, harga emas masih mengalami penurunan hampir 12% pada bulan Maret, menjadikannya performa bulanan terburuk sejak Oktober 2008. Konflik di Timur Tengah, yang sudah memasuki minggu kelima, telah mengguncang pasar global, mengganggu pasokan energi, dan memicu kekhawatiran akan lonjakan inflasi yang bersamaan dengan pelemahan pertumbuhan ekonomi.
Fokus ke Kebijakan Fed
Para trader juga sedang menganalisis komentar dari Federal Reserve sebagai petunjuk terkait kebijakan suku bunga bank sentral. Pasar obligasi kini lebih fokus pada dampak perang terhadap pertumbuhan ekonomi setelah Ketua Fed, Jerome Powell, mengatakan bahwa ekspektasi inflasi jangka panjang tetap stabil. Menurut Yuxuan Tang, Kepala Strategi FX dan Suku Bunga Asia di JPMorgan Private Bank, "Daya tarik emas sebagai safe haven cenderung muncul kembali ketika narasi beralih dari inflasi ke risiko pertumbuhan."
Harga Emas Stabil di $4,679, Logam Mulia Lainnya Ikut Naik
Harga emas spot naik 0,3% menjadi $4,679,93 per ons pada pukul 07:00 waktu Singapura. Perak juga mencatatkan kenaikan 0,1% menjadi $75,26, sementara platinum dan paladium ikut menguat. Indeks Dolar Bloomberg, yang mengukur mata uang AS, stabil setelah sesi sebelumnya turun 0,6%. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id