GBP/USD Bertahan Hijau, Dolar Goyang Karena Tarif
GBP/USD bertahan di zona hijau pada sesi awal Eropa, Senin (23/2), dan diperdagangkan di sekitar 1,3520. Rebound ini datang setelah pound sempat tertekan ke level terendah sekitar empat pekan pekan lalu, saat pasar kembali gelisah oleh isu tarif AS dan pergeseran sentimen risiko global.
Pemicu utama hari ini adalah “tarif chaos” di AS. Mahkamah Agung AS pada Jumat membatalkan tarif global besar yang diberlakukan Presiden Donald Trump, namun Trump merespons dengan rencana bea masuk menyeluruh 15% untuk impor (bersifat sementara) yang justru menambah ketidakpastian arah kebijakan dagang. Kondisi ini membuat dolar melemah secara luas, memberi ruang bagi GBP untuk menguat.
Dari sisi Inggris, data domestik ikut memberi bantalan bagi pound. Survei flash PMI Februari menunjukkan aktivitas bisnis membaik (komposit tertinggi sejak April 2024), sementara penjualan ritel Januari melonjak—mencerminkan daya tahan konsumsi dan perbaikan momentum awal 2026. Kombinasi ini membantu GBP tetap relatif kuat meski volatilitas global naik.
Fokus berikutnya mengarah ke data inflasi sisi produsen AS: PPI Januari dijadwalkan rilis Jumat, 27 Februari 2026. Konsensus pasar banyak mengarah pada kenaikan 0,3% m/m untuk headline dan core; bila hasilnya lebih panas dari perkiraan, pasar bisa mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed—yang berpotensi mengangkat USD dan menahan laju GBP/USD dalam jangka pendek.(alg)
Sumber: Newsmaker.id