Pound Stabil, Dolar Masih Kuat Arah Besar Nunggu Data AS
GBP/USD bergerak cenderung datar pada sesi Asia Kamis, bertahan di atas area 1,3400-an setelah dua hari sebelumnya tertekan cukup dalam. Meski belum sanggup naik signifikan, peluang bullish dinilai masih terbuka selama pasangan ini mampu menjaga area penopang dan tidak melanjutkan koreksi dari puncak 1,3565–1,3570 yang sempat disentuh awal pekan.
Tekanan utama datang dari dolar AS yang masih memegang penguatan mingguan, didukung sentimen risk-off global. Saat selera risiko menurun, USD sebagai aset safe haven cenderung diburu, sehingga membatasi ruang naik GBP/USD meski pelemahan pound mulai mereda.
Dari sisi data, rilis ekonomi AS yang campuran membuat pasar menimbang arah kebijakan The Fed. ISM sektor jasa justru menguat dengan indeks naik ke 54,4 (dari 52,6), tapi data tenaga kerja memberi sinyal berbeda: laporan ADP menunjukkan pemulihan payrolls yang lebih lemah dari ekspektasi, dan JOLTS memperlihatkan pembukaan lowongan kerja turun lebih dalam dari perkiraan—mengindikasikan permintaan tenaga kerja mulai mendingin.
Kombinasi data tersebut membuat pasar tetap menjaga ekspektasi pemangkasan suku bunga lanjutan oleh The Fed, yang berpotensi menahan penguatan USD lebih jauh. Di sisi lain, nada Bank of England yang dinilai tidak terlalu dovish—mengarah bahwa suku bunga mendekati level “netral”—jadi penopang untuk pound dan membantu membatasi penurunan GBP/USD.
Ke depan, minim data penting dari Inggris pada Kamis membuat pergerakan GBP/USD akan sangat tergantung dinamika dolar AS. Pasar menunggu klaim pengangguran mingguan AS sebagai pemantik jangka pendek, namun fokus utama tetap pada Nonfarm Payrolls (NFP) Jumat, yang berpotensi menentukan arah berikutnya untuk USD dan menjadi penentu langkah besar GBP/USD.
Inti Poin (5 Hal):
- GBP/USD konsolidasi di atas 1,3400-an setelah dua hari tertekan.
- Sentimen risk-off mendukung USD dan membatasi kenaikan pound.
- ISM jasa AS menguat ke 54,4, tapi data tenaga kerja memberi sinyal melemah.
- Ekspektasi rate cut The Fed masih bertahan; BoE yang kurang dovish menopang GBP.
- Arah besar menunggu Initial Jobless Claims dan terutama NFP Jumat.(asd)
Sumber: Newsmaker.