Euro Melemah Tipis, Risalah Fed Masih Jadi Beban
EUR/USD melemah tipis pada perdagangan Asia, Kamis (20/8), dan berada di sekitar 1,1675. Euro terkoreksi terhadap dolar AS setelah sempat mencatat kenaikan tajam pada sesi sebelumnya, meskipun potensi penurunan masih terbatas karena data ekonomi AS yang lebih lunak tetap menekan greenback.
Tekanan terhadap euro muncul setelah rapat terbaru Federal Reserve menunjukkan sebagian pejabat masih melihat perlunya kenaikan suku bunga jika inflasi tidak terus melanda. Pada pertemuan bulan Juli, The Fed mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50%–3,75%, namun sejumlah pejabat menilai tindakan lebih lanjut mungkin diperlukan untuk membawa inflasi kembali ke target.
Meski begitu, ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed mulai menurun. Tanda-tanda inflasi AS yang mulai mendingin membuat pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan berikutnya hanya sekitar 32,7%, turun dari 47% bulanan sebelumnya, berdasarkan CME FedWatch Tool.
Di sisi lain, pasar justru berspekulasi bahwa Bank Sentral Eropa akan melanjutkan siklus kenaikan suku bunga. ECB Watch Tool menunjukkan peluang sekitar 90%–94% untuk kenaikan suku bunga 25 basis poin ke 2,50% pada pertemuan 9 September.
Analis Societe Generale menilai prospek pertumbuhan Zona Euro yang membaik ikut mendukung perubahan perbedaan suku bunga antara Eropa dan Amerika Serikat. Menurut mereka, penetapan harga suku bunga yang awalnya dipicu inflasi kini mulai diperkuat oleh ekspektasi pertumbuhan ekonomi yang lebih solid.
Analisis Newsmaker: Pergerakan EUR/USD saat ini masih cenderung koreksi terbatas, bukan tekanan besar. Selama ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed terus menurun dan peluang kenaikan ECB tetap tinggi, euro masih punya fondasi untuk bertahan di area atas. Namun, level 1,1700 menjadi resistance psikologis yang perlu ditembus agar momentum bullish berlanjut. Jika gagal, EUR/USD berpotensi bergerak sideways di area 1,1600–1,1700 sambil menunggu data inflasi dan sinyal bank sentral berikutnya. (asd)
Sumber: Newsmaker.id