EUR/USD Datar, Dolar Masih Cari Arah
Euro jalan di tempat di sesi Eropa hari ini, masih nongkrong di sekitar $1,1905 dan turun tipis -0,10%. Setelah reli dua hari, pasar kelihatan mulai “ngunci profit” sambil nunggu data AS yang bisa jadi pemicu arah berikutnya.
Yang nahan dolar AS buat bangkit kuat adalah cerita tenaga kerja yang mulai mendingin. Kevin Hassett dari Gedung Putih bilang angka job growth beberapa bulan ke depan bisa terlihat lebih kecil karena pertumbuhan angkatan kerja melambat (termasuk efek kebijakan migrasi) dan produktivitas naik—komentar yang bikin pasar makin sensitif jelang rilis data kerja yang tertunda dan data inflasi.
Dari sisi Eropa, nada ECB masih relatif tenang. Christine Lagarde menegaskan inflasi zona euro diproyeksi stabil menuju target 2% dalam jangka menengah, dan ECB tetap pegang pendekatan “data-driven” rapat per rapat—jadi untuk sekarang pasar menangkap sinyal: suku bunga belum perlu banyak digoyang dulu.
Karena kalender Eropa sepi, spotlight pindah ke AS: Retail Sales (rilis Selasa, 10 Februari 2026) jadi pemanasan sebelum rangkaian data besar lain (tenaga kerja & CPI). Kalau angka belanja konsumen kuat, dolar bisa kebagian tenaga; kalau melemah, euro bisa dapat ruang lanjut naik.(alg)
Sumber: Newsmaker.id