Euro Kuat, Dolar Tertekan: Pekan Ini Banyak Pemicu
Euro membuka pekan dengan nada positif terhadap dolar AS. Di sesi Eropa hari Senin (9/2), EUR/USD bertahan di atas 1,1850 dan berada di sekitar 1,1854 (+0,33%) hari ini, saat dolar kehilangan tenaga jelang pekan rilis data ekonomi AS yang padat.
Tekanan utama datang dari sisi dolar. Dollar Index (DXY) turun ke sekitar 97,5 dan melemah sekitar -0,27% dalam 24 jam terakhir, seiring pasar makin fokus ke arah suku bunga The Fed yang bisa berubah kalau data jobs dan inflasi pekan ini melunak.
Sentimen global juga lagi “risk-on”, dan itu biasanya bikin dolar sebagai safe haven jadi kurang diminati. Ditambah lagi, kemenangan telak PM Jepang Sanae Takaichi bikin pasar melihat pemerintahan Jepang lebih stabil—yen sempat pulih, dan efek rambatannya ikut menekan dolar di beberapa pasangan. (Ujungnya, euro ikut kebagian dorongan.)
Dari Eropa sendiri, pasar menanti komentar pejabat ECB, termasuk Christine Lagarde. Tapi ekspektasinya, pesannya nggak bakal jauh berbeda dari pertemuan kebijakan terakhir: ECB cenderung tahan dulu sambil lihat data, jadi pergerakan euro hari ini lebih banyak ditentukan oleh “dolar lagi lemah” daripada ada kejutan dari Frankfurt.
Sementara dari AS, pidato beberapa pejabat The Fed bisa bikin pasar makin sensitif karena nada mereka belum selalu kompak. Jadi, selama data besar belum keluar, arah EUR/USD kemungkinan tetap ditopang kombinasi ini: DXY melemah, risk-on membaik, dan pasar terus “ngira-ngira” kapan rate cut berikutnya. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id