Aussie Terseret Sentimen, Dolar AS Menguat
Dolar Australia melemah terhadap dolar AS pada Jumat, dengan AUD/USD turun ke sekitar 0,7120. Pasar bergerak hati-hati di tengah konflik Timur Tengah yang belum mereda, sementara perhatian investor tertuju pada rilis Nonfarm Payrolls (NFP) AS yang bisa mengubah ekspektasi suku bunga.
Dari sisi geopolitik, Menlu Iran Abbas Araghchi menyebut “tidak ada kemajuan nyata” dalam negosiasi, meski jalur komunikasi dengan Washington masih terbuka. Ia juga memperingatkan serangan Israel ke Beirut dapat memicu eskalasi konflik yang lebih luas. Ketidakpastian ini cenderung mengangkat permintaan aset safe haven seperti dolar AS dan menekan mata uang berisiko, termasuk AUD.
Di sisi domestik, Gubernur RBA Michele Bullock tetap bernada hawkish dan menegaskan inflasi masih terlalu tinggi. Setelah tiga kenaikan suku bunga tahun ini yang membawa suku bunga acuan ke 4,35%, Bullock mengatakan dewan akan melakukan apa yang diperlukan untuk mencapai mandat stabilitas harga dan full employment. Namun dukungan dari sikap RBA belum cukup menahan tekanan dari penguatan USD.
Ke depan, arah AUD/USD akan ditentukan kombinasi data AS dan headline geopolitik. NFP yang kuat berpotensi memperkuat USD dan menjaga AUD tertekan, sementara NFP yang lemah bisa memberi ruang pemulihan meski reli AUD kemungkinan tetap rapuh jika tensi Timur Tengah kembali memicu risk-off.(asd)
Sumber: Newsmaker.id