AUD/USD Menguat, Duduki Posisi Tertinggi Sejak 2022
Dolar Australia bertahan di atas level US$0,71, berada dekat posisi tertingginya sejak Mei 2022 dan menuju kenaikan mingguan ketiga berturut-turut. Penguatan ini ditopang dari membaiknya risiko global seiring harapan de-eskalasi konflik di Timur Tengah, meski detail perkembangan kesepakatan masih belum terkonfirmasi dan gangguan di Selat Hormuz tetap menjaga volatilitas harga energi.
Aussie sebelumnya sempat tertekan oleh meningkatnya ketegangan geopolitik, namun kenaikan dalam beberapa pekan terakhir mencerminkan pemulihan sentimen. Mata uang ini telah naik lebih dari 5% dari posisi terendah akhir Maret, dipicu eskalasi risiko geopolitik dan kondisi pasar yang merespons optimisme meredanya ketidakpastian.
Dari sisi domestik, ketahanan pasar tenaga kerja Australia pada Maret memperkuat ekspektasi bahwa Reserve Bank of Australia (RBA) dapat melanjutkan kebijakan yang cermat. Pasar saat ini mematok sekitar 70% peluang untuk kenaikan suku bunga ketiga berturut-turut pada Mei, sementara rilis inflasi kuartal I dipandang krusial untuk menguji arah kebijakan berikutnya.
Tambahan dukungan datang dari China, dengan pertumbuhan kuatal/I yang solid didorong ekspor dan dukungan kebijakan. Latar ini memperbaiki prospek permintaan komoditas Australia, sehingga membantu menjaga bias penguatan AUD dalam kerangka sentimen risiko yang membaik.
Ke depan, pergerakan AUD/USD cenderung sensitif pada tiga faktor yakni perkembangan situasi Timur Tengah dan dampaknya pada volatilitas energi, rilis inflasi Australia kuartal/I sebagai penentu ekspektasi RBA, serta sinyal kelanjutan momentum pertumbuhan China yang memengaruhi sentimen komoditas. (asd)
Sumber: Newsmaker.id