Aussie Stabil, Pasar Cermati Inflasi Energi
Dolar Australia menguat tipis terhadap Dolar AS, dengan AUD/USD diperdagangkan di sekitar 0,6910 pada sesi Asia Jumat. Penguatan terjadi seiring pelemahan USD, meski sentimen penghindaran risiko meningkat akibat ketegangan di Timur Tengah. Aktivitas pasar diperkirakan tetap lesu karena libur Good Friday.
Dari sisi fundamental, data Tiongkok memberi sinyal perlambatan. Indeks Manajer Pembelian (PMI) Jasa RatingDog turun ke 52,1 pada Maret dari 56,7 pada Februari dan lebih rendah dari perkiraan 53,7, mengingat Tiongkok merupakan mitra dagang utama Australia.
Pasar juga menyoroti risiko kenaikan inflasi dari lonjakan harga energi terkait konflik Timur Tengah, yang dapat menekan prospek pertumbuhan sekaligus mendorong ekspektasi pengetatan kebijakan. Per 1 April, kontrak ASX 30 Day Interbank Cash Rate Futures untuk Mei 2026 mengindikasikan probabilitas 55% kenaikan suku bunga ke 4,35% pada pertemuan RBA berikutnya, di tengah kekhawatiran risiko stagflasi.
Ketegangan geopolitik tetap menjadi sumber volatilitas. Presiden AS Donald Trump menyinggung penghancuran jembatan di Tehran dan memperingatkan tindakan lanjutan, sementara Iran menolak tekanan tersebut. Dari AS, Presiden The Fed Chicago Austan Goolsbee menyampaikan kekhawatiran kenaikan harga minyak dapat mempersulit upaya menekan inflasi, terutama bila kenaikan harga bensin ikut mendorong ekspektasi inflasi.(asd)
Sumber: Newsmaker.id